Program Lembur Tohaga Sapapait Samamanis, Pupuk Gotong Royong Antar Warga

Program Lembur Tohaga Sapapait Samamanis
Aparat kepolisian mengecek Pos Kamling Lembur Tohaga Sapapait Samamanis Desa Gempol, yang dibentuk untuk membuat warga bahu-membahu dan bergotong royong menanggulangi dampak Covid-19. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Desa Gempol Kecamatan Pusakanagara, merupakan satu dari beberapa desa di Kabupaten Subang yang melaksanakan Program Lembur Tohaga Sapapait Samamanis.

Tohaga yang juga berarti kuat atau tangguh diartikan sebagai Kampung Tangguh. Selain itu, keberadaan program Sapapait Samamanis Pemda Subang juga memunculkan adanya posko terpadu yang dilengkapi dengan Ruang kesehatan, isolasi mandiri, Pos keamanan, ketahanan pangan perikanan dan pertanian yang ada di Desa Gempol.

Kapolsek Pusakanagara, AKP Hidayat beserta jajaran anggota Polsek hingga saat ini terus melakukan pengecekan lokasi dan Pembuatan KAMPUNG TANGGUH “SAPAPAIT SAMAMANIS”.

Baca Juga: 21 Desa Jadi Kampung Tangguh Sapapait Samamanis

Mulai dari pembuatan Poskamling kampung Tangguh, Pemasangan rambu rambu lalulintas, Kegiatan Pengecetan ruangan posko kampung tangguh dan pemasangan rambu rambu lalulintas berjalan aman dan Dan kondusip. di Desa. Gempol Pusakanagara.

Siap pantau agar selalu tangguh masyarakat

“Ya kita selalu pantau dan persiapkan, agar spirit kampung tangguh ini, benar-benar membuat tangguh masyarakat Desa Gempol,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gempol, Mayo Sumaryo mengatakan program Kampung Tangguh atau Program Lembur Tohaga Sapapait Samamanis ini adalah program dimana keluarga tidak mampu dibantu pemenuhan kebutuhan sehari-harinya oleh keluarga mampu dalam satu lingkungan.

“Diharapkan dapat terbangun kemandirian masyarakat pada satu lingkungan dalam menghadapi masa pandemi Covid19,” kata Mayo.

Program, ini juga diharapkan mampu mengangkat spirit gotong royong warga dalam lingkungan, termasuk dalam penanganan dampak Covid-19.

“Semoga dengan adanya program ini, diharapkan terbangun kemandirian dan rasa gotong royong masyarakat pada satu lingkungan,” imbuhnya.(ygi/sep)