Prostitusi Menjamur, Warga Minta Lokalisasi Ditutup

TUTUP: Warga Subang meminta Pemkab tegas dan menutup sejumlah lokalisasi, karena menjamur dan membahayakan penyakit masyarakat. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Warga Subang meminta Bupati Subang untuk menutup lokalisasi prostitusi yang menjamur di kos-kosan. Di mana disebutkan untuk Kabupaten Subang menempati peringkat di Jabar dan menjadikan sejumlah warga Subang merasa prihatin.

Warga Dangdeur Muhaemin mengatakan, dirinya yang bekerja di Cikarang -Bekasi tersebut kerap mendengar Subang identik dengan lokalisasi yang ada. Hal inipun menjadi pemikiran dirinya saat berada di luar kota.

“Bupati Subang harus bisa dengan ketegasan nya menutup lokalisasi tersebut. Karena disamping bisa mengurangi penjualan miras juga bisa menekan penyakit masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris III KPA Subang Dr. Maxi mengatakan, adanya lokalisasi yang ada di Kabupaten Subang cukup banyak di sejumlah daerah. Hal tersebut diduga para PSK yang bersifat rumahan tersebut masih beroperasi hingga saat ini.

“Ya memang ada banyak dan jika tidak berhati-hati, bisa terkena penyakit kelamin bahkan aids,” katanya.

Dijelaskan Maxi secara global di Kabupaten Subang memang ada sekitar 1800 an warga subang yang mengidap HIV-Aids sejak tahun 1999. Dan dari jumlah tersebut ada kasus hingga meninggal dan juga ada yang bertahan hingga sampai saat ini.

Dengan itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk jangan bermain – main dan mencoba – coba. Dengan tidak aman karena sangat membahayakan. “Ya jangan coba-coba, diantaranya ada yang sudah meninggal namun ada juga yang bertahan hingga sampai saat ini,” pungkasnya.(ygo/dan)