PSK Rentan Terpapar Covid-19

SUBANG-Pekerja Seks Komersil (PSK) rentan terkena Covid-19. Pasalnya, PSK masih melakukan praktik seks walaupun tidak terang-terangan, melalui aplikasi media sosial ataupun lainnya. Dinas Kesehatan mengimbau  jangan dulu melakukan aktivitas seks ditengah pandemi Covid-19.

Pengelola Program IMS, HIV-Aids and Harm Reduction Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Suwata mengatakan, pandemi Covid-19 menjadikan kekhawatiran sendiri bagi para PSK di Kabupaten Subang. Mengingat untuk penyebaran virus korona bisa dengan mudah, apalagi ketika berhubungan seks. “Sangat berpengaruh ketika PSK melakukan aktivitas seks terhadap pelanggannya. Selain rentan terhadap HIV-Aaids, kini potensi virus korona juga sangat tinggi,” ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Subang, sangat diimbau agar jangan melakukan aktivitas “Jajan” dulu ke tempat lokalisasi prostitusi, karena sangat riskan. Para PSK yang ada di Kabupaten Subang juga jangan melakukan aktivitasnya dulu. “Lebih baik berdiam diri di rumah. Kami sangat mengimbau agar jangan melakukan aktivitas dulu. Ini sangat riskan baik masyarakat (pelanggan ) atau PSK nya,” ungkapnya.

Menurut Suwata, tidak bisa dipungkiri mungkin saja PSK melakukan aktivitasnya, dikarenakan dampak perekonomiannya yang bertambah sulit, atau bahkan malah terhenti. Pihaknya belum bisa melakukan pemantauan karena saat ini wabah Covid-19 terus meningkat. “Bisa jadi mereka masih beraktivitas atau malah berhenti sementara, ketika pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Pada tahun 2019, pihaknya menemukan sebanyak 165 kasus baru HIV-Aids. Dengan catatan 13 orang meninggal. “Dari 13 orang yang tewas tersebut ada 2 diantaranya yang masih berstatus pelajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Korban Napza Dinas Sosial Kabupaten Subang Dedi Ruhaedu A.ks mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, apakah PSK masih melakukan aktivitasnya atau tidak dirinya tidak mengetahuinya. Yang jelas, jumlah PSK di Kabupaten Subang ada sebanyak 1.000 lebih. Dari aktivitasnya ada yang melakukannya di lokalisasi, rumahan, kos-kosan hingga melalui media sosial. “Kita tidak tahu apakah mereka masih melakukan aktivitasnya di tengah pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Sementara itu salah satu warga Dangdeur Kardi (32) menuturkan, masih ada saja giat prostitusi tersebut. Menurutnya, hanya saja lebih gencar melalalui aplikasi pencarian teman di media sosial. “Ini yang dikhawatirkan, sementara kita disuruh diam di rumah, PSK berkeliaran,” tandasnya.(ygo/vry)