Ralat: 5 Kasus Positif Rapid Test Bukan dari Pamanukan

RAPID TEST: Pelaksanaan Rapid Tes yang menyasar pedagangdan sebagian pengunjung pasar yang berlokasi di bekas Terminal Pamanukan Pasar Inpres Pamanukan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Pedagang Paling Banyak Kontak

SUBANG-Hari terakhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Subang, Puluhan pedagang dan pengunjung Pasar Inpres Pamanukan Kabupaten Subang, Jawa Barat menjalani rapid test masal, Selasa pagi (19/5). Pelaksanaan ini guna mencegah penularan virus korona atau Covid-19 di lingkungan pasar dan pusat keramaian khususnya diwilayah Pamanukan serta melakukan pelacakan Covid-19.

Jubir GTPP Covid-19 Subang dr Maxi S.H., M.H., M.Kes mengatakan, pelaksanaan rapid test di Pamanukan merupakan agenda yangtelah ditetapkan dimana pelaksanaan rapid Tes dilakukan di 12 titik yang terdiri dari delapan pasar dan empat mesjid. “Untuk di Pamanukan Ada 60 pedagang pasar juga pengunjung yang menjaid sasaran ini. Mudah-mudahan tidak ada reaktif ataupun positif,” kata dr.Maxi saat ditemui di lokasi, Selasa (19/5).

dr. Maxi juga mengatakan sasaran dari kegiatan tes rapid adalah orang yang sering kontak dengan orang lain, seperti pedagang dan pelayan toko. Mereka rentan terpapar karena berhungan langsung dengan pengunjung. Tujuannya untuk mencegah penularan virus korona. “Untuk hasilnya mungkin nanti ya yang kita akan rekap dulu karena belum selesai,” katanya.

Sudah Melaksanakan 330 Tes dari 10 Titik

Sementara itu, pada rapid test sebelumnya, GTPP Covid-19 Kabupaten Subang sudah melaksanakan 330 tes dari 10 titik yang ada. Dari jumlah tersebut ada 5 orang yang reaktif hasilnya positif.

“Di luar yang Pamanukan dan Tanjungsiang, dari 330 warga yang sudah kita periksa dari berbagai tempat khususnya pasar dan sarana tempat ibadah. Saat ini, ada lima orang yang positif rapid test. Hari ini mereka di SWAB/PCR, dan kita kirim ke Balai Veteriner di Wera,” imbuhnya.

dr. Maxi juga mengatakan Rapid tes massal yang dilaksanakan di Pasar Inpres Pamanukan, tes ini untuk mengetahui kondisi Pamanukan seperti Pasar dan pertokoan, aman atau tidak kasus Covid-19. Karena pedagang paling banyak kontak dengan orang yang tak dikenal dan beda-beda.

Dia mengatakan, rapid tes kelompok khusus gelombang pertama ini menyasar sebanyak 837 orang. Akan kembali melakukan rapid tes kelompok khusus gelombang kedua. “Hingga Selasa (19/5) jumlah positif Covid-19 sebanyak 37 kasus, PDP 53 kasus, ODP masih dalam pemantauan sebanyak 1.124 orang.(ygi/ysp/vry)