Ratusan Petani Bersihkan Saluran Irigasi

PADAT KARYA: Ratusan petani di Desa Pamanukan Sebrang, saat berjibaku dalam kegiatan tahun baru 2019. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Desa Pamanukan Sebrang realisasikan program Padat Karya Tunai (PKT) tahun anggaran 2018 di penghujung tahun, dengan melibatkan ratusan warga. Pada Senin pagi (31/12), ratusan warga telah berkumpul di aliran sungai Jalur Lasdem untuk melakukan normalisasi sungai.

Ditemui di lokasi Padat Karya Tunai, Kepala Desa Pamanukan Sebrang Ade Rosita mengatakan, pelaksanaan PKT di Pamanukan Sebrang dilakukan di beberapa titik diantaranya di Jalur Lasdem, Blok Talang, Jalur Kontrak, saluran pembuangan serta kalen cina.

“Normalisasinya dilakukan dibeberapa titik, karena memang warga sendiri semangat untuk membersihkan aliran sungai, serta saluran pembuangan untuk menyambut musim tanam serta musim hujan,” jelas Ade.

Ade menyampaikan bahwa ia sendiri mengaku, terkesan dan sangat mengapresiasi kekompakan dari warganya yang justru sangat bersemangat untuk membersihkan saluran air yang sudah banyak dipenuhi rumput dan tanaman yang menghambat aliran air.

“Sebetulnya dalam perencanaan itu PKT nya blok Kalen Cina, jadi dari depan Jatnika hingga ke belakang. Panjang untuk PKT secara keseluruhan tu sekitar 4700 meter,” jelas Ade.

Namun karena warga sendiri begitu semangat dalam melaksanakan kerja bakti, pada akhirnya titik-tikik lain pun ikut dibersihkan.

“Ya karena tadi, karena mau masuk musim hujan juga biar airnya lancar dan yang paling penting juga untuk kebutuhan musim tanam,” jelas Ade.

Ade merinci dalam 3 hari terakhir pelaksanaan PKT, dihari pertama (29/12)m diikuti oleh 107 orang, hari kedua 150 orang serta hari ketiga (31/12) 163 orang.

“Karena antusias warga, pembersihan juga sangat melebihi target, ini hampir bersih semua jalurnya,” ucap Ade.

Pantauan Pasundan Ekspres, ratusan warga sendiri datang lengkap dengan peralatan seperti cangkul, arit serta alat pemotong rumput yang dibawa. Dalam pengerjaan sendiri untuk lebih efisien, ratusan warga tersebut terbagi dalam 3 kelompok, yang mengerjakan sesuai radius yang ditentukan dalam satu saluran atau sungai yang dinormalisasi. (ygi/dan)

BACA JUGA:  Harga Sayuran Naik, Tak Untungkan Petani