Rawan Kecelakaan, 12 Kilometer Jalur Selatan Rusak

BERLUBANG: Salah satu bagian jalan yang berlubang di sepanjang jalur Subang Selatan. Selain letaknya di bagian pinggir jalan, namun tak sedikit juga yang letaknya ada di tengah-tengah jalan. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Jalur sepanjang Subang-Jalancagak dikeluhkan warga. Pasalnya, jalur sekitar 12 kilometer itu banyak bagian jalan yang berlubang.
Pantauan Pasundan Ekspres sejak Senin (10/2), beberapa petugas perbaikan jalan menambal beberapa bagian yang berlubang. Jalur tersebut dinilai rawan kecelakaan dengan kontur jalan turunan juga tanjakan, ditambah beberapa tikungan tajam yang relatif tajam. Namun sayang nyaris setiap bagian jalur tersebut penuh dengan lubang-lubang kecil yang dalam, yang dianggap menambah potensi bahaya bagi para pengguna jalan.

Pengguna jalan, Adi Nugraha (27) mengungkapkan keberadaan lubang-lubang sepanjang jalan jalur Subang-Jalancagak cukup membahayakan. Potensi bahaya itu lebih besar jika berkendara dengan sepeda motor. “Memang bolongnya tidak besar, sedikit-sedikit tapi dalam, kalau gak konsentrasi berkendara, tiba-tiba masuk lobang jika pakai motor itu bahaya banget, saya sempat beberapa kali terjebak, lumayan bikin oleng,” jelasnya.

Apalagi menurutnya jika sedang menggunakan motor pada malam hari, atau cuaca sedang hujan, potensi bahaya menjadi dua kali bahkan tiga kali lipat. Jalur Subang Selatan, merupakan jalan milik Provinsi Jawa Barat. “Jalan berlubang, pengendara banting stir. Karena kondisi jalan licin kena hujan sehingga selip dan terjatuh,” terangnya.

Warga lainnya, Asep (44) perbaikan jalan provinsi di wilayah Subang ini harus segera dikerjakan. Menurut dia, kecelakaan akibat jalan berlubang sudah sering terjadi. “Sudah 2 sampai 4 kali orang jatuh, apalagi saat malam hari. Di sini juga penerangannya minim, otomatis saat turun hujan jalan berlubang akan tergenang air sehingga tak kelihatan,” tandasnya.

Menurutnya, lubang yang terbentuk di jalur padat lalu lintas itu sudah tampak sejak lama. Awalnya hanya berukuran kecil, namun lantaran tidak segera ditangani, diameter lubangnya semakin membesar. “Sudah sering pengendara jatuh dan cedera karena sepeda motornya terjungkal di lubang,” terang Asep.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengakui persoalan jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk pemerintah. Jangankan milik provinsi Jabar, jalan Kabupaten Subang saja menurutnya masih banyak yang harus diperbaiki. “Iya memang kami akui persoalan jalan itu sedang menjadi pekerjaan rumah kami, kami akan optimalkan dan komunikasikan beberapa masukan juga saran dari masyarakat, karena pada esensinya tugas kami adalah melayani masyarakat,” pungkas pria yang aktab di sapa Kang Akur itu.(idr/sep)