Rencana Pembukaan Sekolah Harus Selektif

Kecamatan Pamanukan
BELAJAR TATAP MUKA: Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa waktu lalu di salah satu sekolah di Pamanukan. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan

SUBANG-Gubernur Jabar Ridwan Kamil berencana membuka kembali sekolah tingkat SMA dan SMK di 257 kecamatan yang tersebar di Jabar. Pembukaan sekolah di Jabar didasarkan atas status di level Kecamatan, bukan lagi Kota dan Kabupaten.

Menanggapi hal itu, Ketua Korwil Pendidikan Kecamatan Pamanukan Uung Mashuri menyatakan, sangat menyambut baik rencana tersebut. Meskipun kata Uung, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang keluar mengenai kebijakan tersebut.

“Saya menyambut baik kendati belum diputuskan kapan akan diiberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Uung kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Baca Juga: Sekolah di Subang Segera Dibuka, Disdik Lakukan Pendataan

Namun menurut Uung, meski akan dibuka diharapkan kebijakan pembukaan sekolah untuk tatap muka dilakukan secara selektif. Termasuk diantaranya memperhatikan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. “Saya berharap tetap selektif dan mengedepankan protokol kesehatan yang sudah dibakukan oleh pemerintah,” jelas Uung.

Ia menambahkan, hal yang perlu diprioritaskan yakni kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan tenaga kependidikan. Akan lebih baik lagi jika pemerintah memfasilitasi kegiatan rapid tes pada hari pertama tatap muka di sekolah baik bagi guru maupun seluruh siswa. “Bisa saja sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan, terlebih dahulu ada pelaksanaan rapid test,” ucap Uung.

Meski masih sebatas tingkatan SMA/SMK, ia mengapresiasi kebijakan pembukaan sekolah dengan memperhatikan situasi di Kecamatan tersebut. “Ada baiknya bertahap, dan melihat situasi, tentu dengan memperhatikan juga protokol dan kesiapan baik bagi para siswa, tenaga pendidikan dan lainnya,” imbuhnya.(ygi/sep)