Revitalisasi Pasar Pusakajaya Tak Jelas, Pemerintah Fokus Penanganan Covid-19

KEMBALI BERAKTIVITAS: Para pedagang di Pasar Pusakajaya mulai kembali beraktivitas dengan situasi baru New Normal. Saat ini didirikan Posko New Normal untuk memantau aktivitas di Pasar Pusakajaya. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dampak dari Covid-19 membuat pelaksanaan kegiatan diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tertunda. Hal ini imbas dari ditahannya anggaran yang difokuskan pada penanganan Covid-19. Termasuk diantaranya soal kepastian Revitalisasi Pasar Pusakajaya yang direncanakan akan dilaksanakan usai lebaran ini.

Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi mengatakan, hingga saat ini, informasi kelanjutan soal rencana revitalisasi Pasar Pusakajaya belum ada. Ia juga tak mengetahui lebih lanjut mengenai kepastian Revitalisasi Pasar Pusakajaya. “Sampai saat ini belum ada informasi, sebab dimana pun sekarang masih terfokus ke Penanganan Covid-19,” kata Camat Pusakajaya kemarin (2/6).

Jadi atau tidaknya pelaksanaan revitalisasi Pasar Pusakajaya menjadi pasar modern ada di ranah DKUPP Subang. Meskipun rencana revitalisasi pasar ini merupakan kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. “Kalau kita lihat Provinsi juga kan sangat maksimal dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini, termasuk dari segi anggaran.

Tapi kita belum dapat informasi apakah dilanjut atau dipending atau seperti apa, nanti mungkin setelah New Normal ini mulai berjalan efektif baru ada kepastian,” tuturnya
Ketua Badan Pengelola Pedagang Pasar (BP3) Pusakajaya Dedi Suradi mengatakan, dahulu informasi mengenai pelaksanaan revitalisasi Pasar Pusakajaya akan digelar usai lebaran. Namun, adanya Covid-19 ini, membuat rencana tersebut urung dilaksanakan.

“Kepastiannya kami belum tahu, sepertinya ditunda dulu entah kalau penanganan Covid-19 ini sudah selesai atau mungkin di tahun depan, informasi detailnya belum ada,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala DKUPP Subang, Rahmat Faturahman menuturkan anggaran revitalisasi pasar Pusakajaya tersebut sebesar Rp15 Miliar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.(ygi/sep)