Ruhimat Harus Lapor Polisi, IM Siap jadi Saksi

MELOBI: Chating oknum rotasi mutasi dengan calon korban.

SUBANG-Bupati Subang H Ruhimat didorong untuk melaporkan mafia rotasi mutasi yang telah mencatut namanya. Sementara pejabat yang jadi target diminta sejumlah uang IM mengaku siap memberikan keterangan oleh penegak hukum.

Aktivis Subang Integration Forum (SIF) Andi L Hakim mendesak Ruhimat segera melaporkan kasus mafia rotasi mutasi ke pihak kepolisian. Ia pun mengkritik kinerja Saber Pungli yang telah dibentuk tapi kecolongan.

“Kami mendukung Bupati Ruhimat segera melaporkan kasus ini ke polisi. Apalagi ini jelas-jelas merugikan nama baik bupati yang telah berkomitmen nol rupiah dalam rotasi mutasi. Apalagi bupati juga berjanji dia sendiri yang akan melaporkannya. Nah, sekarang sudah jelas. Praktik mafia jabatan itu masih ada,” tandas Andi, Minggu (13/9).

Jika kasus itu dilaporkan, lanjut Andi, akan jelas siapa saja yang terlibat. Modus dan jaringannya bisa terungkap. Selama ini belum pernah ada pelaku yang ditangkap. Ini kesempatan untuk bupati atas komitmennya dengan nol rupiah rotasi mutasi. Juga bagi penegak hukum untuk membuktikan.

“Bisa jadi ada otak intelektual, harus diungkap sampai tuntas,” paparnya.

Beredar kabar bahwa Kepala BKPSDM dan Inspektorat Daerah sudah dipanggil oleh Bupati Ruhimat terkait kasus mafia rotasi mutasi. Selain itu, Kepala Kesbangpol yang merangkap sekretaris Saber Pungli Subang mengaku sudah diperintahkan bupati untuk menelusuri kasus itu.

Sedangkan pejabat eselon IV IM, mengungkapkan pada Pasundan Ekspres, jika dirinya siap bersaksi dihadapan penegak hukum, untuk membongkar mafia jual beli jabatan. “Saya mendorong pak Bupati untuk mengusut tuntas oknum pelaku jual beli jabatan pada pihak yang berwajib, dan saya siap bersaksi,” ungkapnya.

Seperti diketahui Bupati Subang Kang Jimat marah besar mendapat informasi masih adanya oknum yang memanfaatkan rotasi mutasi untuk penipuan dan pungli.

Apalagi oknum inisial W berani mengatasnamakan Bupati dan Kepala BKPSDM Cecep Supriatin. Saat pasundan ekspres menunjukkan bukti percakapan si oknum W dengan targetnya, Kang Jimat geleng-geleng kepala. “Saya sendiri yang akan lapor polisi,” ungkapnya.(man/idr/vry)