Ruhimat Tegaskan Jangan Ada Pungli Perizinan

SIMULASI: Kepala DPMPTSP Subang Ahmad Sobari menunjukan tata cara pengajuan permohonan perizinan online. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Ajuan Online Tidak Perlu Tatap Muka

SUBANG-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang, menggelar simulasi pengajuan permohonan izin secara online. Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Pabuaran, dihadiri Bupati Subang, Asda 1 Setda Subang, Kepala Dispemdes Subang, Kepala Disdukapil Subang, para kepala desa, camat dan masyarakat.

Kepala DPMPSTP Kabupaten Subang Ahmad Sobari mengatakan, simulasi yang digelar untuk masyarakat ataupun perangkat desa, agar mengetahui bagaimana tata cara pengajuan permohonan izin secara online. Jenis perizinan yang bisa dimohonkan semuanya gratis, terkecuali Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang berbayar retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Semua izin di kita gratis. Nah, kalau IMB masih berbayar retribusi. Kita melakukan ini agar semua paham dengan perizinan online sehingga dilakukan simulasi,” ujarnya.

Dijelaskan Ahmad, dalam memohon perizinan secara online, masyarakat cukup membuka goggle dan masuk pada URL dengan mengetik dpmptsp.subang.go.id/izin. Setelah itu, pemohon bisa menginput NIK dan identitas pribadi dalam akun pribadinya untuk mendaftar.

Kemudian, langsung mengajukan permohonan perizinan sesuai yang dikehendaki. Lalu masuki persyaratannya yang harus dilengkapi. Setelah selesai, pemohon bisa mencetak bukti resi permohonan sebagai bukti sudah melakukan permohonan izin online.

DPMPSTP akan melakukan proses perizinan tersebut. Dalam prosesnya, jika berkas persyaratan lengkap maka bisa selesai dalam waktu 1-2 hari saja. “Dalam simulasi yang digelar ini, tiap poin kita jabarkan. Ingat, selalu teliti dalam menginput persyaratan berkas. Ini sangat penting, agar permohonan perizinan bisa diproses,” ujarnya.

Perizinan online, kata dia, sangat mudah dilakukan oleh pemohon, dikarenakan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Dirinya juga selalu standby, dikarenakan untuk menandatangani permohonan perizinan melalui online dan bisa dilakukan dimana saja.

Permohonan perizinan online ini sangat membantu, sehingga terlihat berkas mana yang memasuki syarat atau tidak. Jika berkas yang tidak memenuhi syarat atau tidak komplit, maka secara otomatis tidak akan bisa diproses.

“Saya juga bisa menandatangani permohnan izin tersebutu dimanapun dan kapanpun,” ungkapnya.

Ahmad menegaskan kepada jajarannya agar jangan bermain-main dalam permohonan perizinan. Permohonan sudah dibuat secara online, sehingga tidak ada celah untuk bisa bermain-main.

Ahmad juga mengingatkan jajarannya, agar tidak bertemu terhadap pemohon perizinan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya minta kepada mereka agar menghindari bertemu dengan pemohon, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Subang H. Ruhimat mengatakan, digelarnya simulasi perizinan di Kecamatan Pabuaran, menyadarkan masyarakat yang mau memohon perizinan bisa melakukannya di rumah.

Bahkan dengan cara perizinan online tersebut, tidak perlu ada tatap muka antara pemohon dan petugas DPMPSTP. Apalagi dengan cara perizinan online tersebut gratis dan tidak dipungut biaya. “Nanti kepala dinasnya tinggal menandatangani secara online saja. Ini sangat mudah dan tidak ada biaya alias gratis,” katanya.

Dijelaskan Ruhimat, adanya perizinan online jangan lagi ada pungli dalam pembuatan perizinan. Kepala dinas harus bisa mengontrol jajarannya, agar jangan mau menerima sesuatu dan meminta apapun dalam pembuatan proses perizinan online ini.

Kepala dinas diharapkan mengimbau kepada para jajarannya agar jangan menemui pemohon perizinan di tempat manapun. “Ini wanti-wanti dari saya. Saya gak mau proses perizinan dipungli. Camkan itu!” tegasnya.(ygo/vry)