Rumah Perubahan Pantura Salurkan Bantuan Sembako

SUBANG- Yayasan Rumah Perubahan Pantura atau RPP Foundation salurkan bantuan sembako bagi warga masyarakat yang membutuhkan di beberapa Desa di Pantura.

Direktur RPP Foundation Aditya Batistuta Maulana menyebut, kegiatan itu merupakan gerakan kemanusiaan yang bersumber dari sumbangan para dermawan yang disalurkan melalui Yayasan Rumah Perubahan Pantura.

“Ini gerakan kemanusiaan yang selaras dengan berdirinya Rumah Perubahan Pantura, ikut bergerak dalam masalah sosial dan kemanusiaan,” ucap Adit kata Pasundsn Ekspres.

Adit menyebut, ada 50 paket sembako yang didistribusikan di beberapa desa diantaranya Desa Rancasari, Desa Pamanukan Hilir, Desa Mundusari, Desa Sukasari dan Desa Karangmulya.

“Disebar ke tiga kecamatan dengan total 5 Desa, mudah-mudahan membantu warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Adit menambahkan, kelahiran Rumah Perubahan Pantura Foundation, untuk merespon berbagai permasalahan di Pantura Subang. Tidak hanya berkutat pada permasalahan Pemerintahan atau infrastruktur, namun yang berkaitan dengan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, kemanusiaan serta pembangunan Sumber daya manusia juga merupakan concern dari RPP Foundation.

“Dengan berbagai macam latarbelakang orang yang terlibat dan memiliki visi yang sama dalam melihat Pantura, tentu kita ingin bergerak dan memberi warna pada kemajuan Pantura. Sebab, perkembangan Pantura kedepan diprediksi akan berjalan dengan cepat,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Desa Rancasari H. Ujang Waridin mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepedulian dan inisiatif anak muda di RPP.

Ya saya ucapkan terima kasih, dan juga dukungan penuh, selama semua ini adalah untuk kebaikan masyarakat, apalagi ini inisiatif anak muda, pasti saya dukung” ujar Kepala Desa Rancasari.

Senada, Tinah warga Dusun Mesir Kaler Desa Karangmulya juga menghaturkan terimakasih. Ia tak menduga, mendapat bantuan. “di tengah masa yang sulit ini saya sangat bersyukur, Alhamdulillah, saya selaku masyarakat merasa terbantu atas sembako yang diberikan ini.” Ibu Tinah. (ygi/hba)