SABAR DAN IKHLAS IBADAH DITENGAH WABAH

OLEH : H.SURYANA,SHI
(KEPALA KUA CIBOGO & KETUA PC ISNU KAB.SUBANG)

Ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini memang berbeda dengan ibadah puasa pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan bertepatan dengan Pandemi global wabah Covid-19 yang tengah melanda serta diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian wilayah negara kita.

Secara kelaziman atau kebiasaan ritual ibadah serta pernak-pernik Ramadan sekarang memang berbeda. Kegiatan ibadah yang biasa dilaksanakan secara berjamaah di tempat ibadah baik di mesjid maupun mushola-mushola, kali ini dipindah ke rumah dan hanya diikuti keluarga inti. Hal ini untuk menjaga diri memelihara jiwa sebagai kewajiban manusia. Tarawih, tadarus, sahur dan buka puasa seluruhnya di rumah saja. Walaupun secara esensi dan substansi tetap sama hanya berkurang dalam gebyar dan semaraknya saja.

Puasa dari aspek tujuannya sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Al-Baqoroh ayat 183 adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa, sehingga momentum tahun ini benar-benar umat islam diuji kesabaran dan keikhlasannya, dalam menunaikan ibadah puasa. Jika sabar dan ikhlas dalam situasi dan kondisi saat ini berarti dia lulus dalam ujian dan cobaan puasa yang sesungguhnya. Bukankah puasa melatih diri kita untuk jujur dan disiplin dalam menaati aturan yang disyariatkan, apalagi hanya sekedar menaati PSBB pasti bisa.

Puasa melatih kita untuk sehat dan kuat baik secara jasmani maupun rohani. Puasa melatih kita untuk peka dan peduli terhadap sesama, rasa lapar, haus dan dahaga adalah latihan agar kita dapat merasakan kehidupan saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sehingga tumbuh jiwa sosial untuk menunaikan zakat infaq dan shodaqoh.

Kesabaran dan keikhlasan senantiasa melahirkan kebaikan-kebaikan, sebagaimana kesabaran dan keikhlasan Nabi Yunus as dikarantina di perut ikan besar, mendapatkan hasil umatnya yang beriman. Kesabaran dan keikhlasan Nabi Yusuf as dikarantina di dalam penjara mendapatkan kenabian dan menjadi raja. Kesabaran dan keikhlasan Nabi Ayub as di karantina dikucilkan menghadapi penyakit berat melahirkan kemuliaan.

Kesabaran dan keikhlasan Nabi Besar Muhammad SAW dikarantina didalam Gua Hiro, sehingga mendapatkan mujizat wahyu pertama Alquran surat Al-Alaq. Semoga kesabaran dan keikhlasan kita dalam menjalankan ibadah puasa di tengah wabah pandemi Covid-19. kesabaran dan keikhlasan menaati aturan pemerintah melahirkan pribadi-pribadi yang tangguh bertakwa dan terhindar dari segala wabah dan musibah.
wallahulmuwafiq illa aqwamitthoriq.