Saluran Air Dangkal, Banjir Kembali Mengancam Warga Pantura

banjir pantura
YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES DANGKAL: Sungai Cibodo di Dusun Galian Desa Patimban yang sewaktu-waktu bisa meluap ketika debit air tinggi karena sudah dangkal

SUBANG-Setelah APBD Perubahan diketok palu, rencana pelaksanaan normalisasi di Pantura juga akan segera dilaksanakan. Kepala Dusun Galian Desa Patimban Kosim menyambut baik rencana normalisasi termasuk di dalamnya ada untuk Sungai Cibodo di Dusun Galian.

Menurut Kosim, Sungai cibodo di Dusun Dusun Galian memang perlu dilakukan normalisasi mengingat saat ini kondisinya sangat dangkal. “Alhamdulillah kalau memang Sungai Cibodo itu masuk dalam rencana normalisasi,” ucapnya.

Mulai masuknya musim hujan sendiri dikhawatirkan akan kembali terjadi genangan bilamana sungai tersebut tidak dilakukan normalisasi. “Memang untuk di Dusun galian ini hujan sebentar saja bisa terjadi genangan air baik di jalan maupun pemukiman. Karena memang tidak ada pembuangan,” imbuhnya.

Dengan rencana normalisasi tersebut, tentunya diharapkan dapat mengurai dan mencegah banjir. Paling tidak kata Kosim, saat terjadi hujan pembuangan ke Sungai Cibodo bisa lancar. “Harapannya ya tentu bisa segera dilaksanakan mengingat ini sudah mulai turun musim hujan,” ujar Kosim.

Disamping itu, Kosim juga mengatakan, ada hal yang tak kalah penting di Dusun galian yakni terkait penanganan tanggul jebol di sungai Cipunagara dekat Muara. “Tepatnya dekat PT Bandung, tanggul yang jebol sepanjang 150 meter itu harus diperbaiki karena kalau aliran Cipunagara itu tinggi itu bisa merembet ke pemukiman dampaknya,” ucap Kosim

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR H. Syawal Kabupaten Subang dalam rapat di Bandung menyampaikan, ada 6 Kecamatan di Pantura yang perlu mendapatkan penanganan banjir serta normalisasi diantaranya Kecamatan Pusakanagara, Pamanukan, Legonkulon, Compreng, Blanakan dan Ciasem.

Syawal juga menyebut, dalam pendataannya saluran di Pantura dari berbagai macam ukuran itu ada sebanyak 75 saluran air yang diperlukan untuk proses normalisasi. “Penanganan banjir bisa dilaksanakan dalam dua hal yakni penanganan darurat serta penanganan permanen,” katanya.(ygi/vry)

BACA JUGA:  5 Cabor Mengadu, DPRD Panggil Koni Subang

Penanganan Normalisasi Pantura