Saluran Air Tersendat, Petani Minta KSOP Patimban Tanggungjawab

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES RESPON: Satu alat berat diterjunkan pekerja proyek untuk mengatasi saluran dangkal yang terkena dampak pembangunan Pelabuhan Patimban. Warga dan petani meminta agar dilakukan normalisasi saluran.

SUBANG– Warga dan petani di Desa Kalentambo mengeluhkan saluran air yang tersendat akibat gorong-gorong dan saluran pembuangan sempit bahkan mampet.

Gorong-gorong tersebut berada di atas jalan akses angkutan material menuju Pelabuhan Patimban. “Tadi pagi warga dan petani sempat menutup jalan, akhirnya ada pekerja proyek yang merespon ada alat berat yang diterjunkan,” kata Staf Desa Kalentambo Bulqin di lapangan saat menjelaskan pada Pasundan Ekspres, kemarin (17/12).

Ia menambahkan, kedatangan warga tersebut di lokasi saluran yang berbatasan dengan Dusun Genteng Desa Pa- timbant, karena jembatan saluran alami amblas sehingga mengganggu saluran pembuangan. “Akhirnya direspon sama orang proyek, jembatan itu dibongkar lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Pusakanagara Drs Muhammad Rudi yang meninjau lokasi menyampaikan, dari informasi yang didapatnya, warga berharap adanya normalisasi saluran pembuangan Blok Kluwung.

Selain itu, goronggorong yang terlintasi jalan proyek juga dinilai terlalu sempit dan bisa menghambat aliran air ketika hujan. “Ini ada aspirasi warga meminta saluran blok Kluwung itu dinormalisasi, agar aliran pembuangan itu bisa lancar mengalir ke laut. Selain itu goronggorong juga ada yang memang harus diperbaiki lagi,” imbuhnya.

Dari informasi yang juga ia terima, secara kelembagaan Pemerintah Desa Kalentambo secara resmi telah melayangkan surat pada (Kantor Kesyahbandarar dan Otoritas Pelabuhan) KSOP kelas II Patimban untuk membantu normalisasi saluran. “Nanti akan coba kita tanyakan dan fasilitasi ke KSOP Patimban, saya akan lihat dulu suratnya,” jelasnya.

Sebab, saluran tersebut merupakan saluran pem- buangan dari wilayah pertanian Dusun Cemara juga Patimban. Jika di bagian hilir terhambat, hal tersebut bisa berdampak den- gan adanya banjir akibat saluran pembuang yang tersendat. “Untuk itu, terkait hal ini akan segera ditindaklan- juti, apalagi saat ini tengah musim hujan,” jelasnya. (ygi/ysp)