Sanggar Seni Penclon Pamungkas Ajak Generasi Muda Berlatih Seni

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN ESKPRES EKSIS: Penampilan Sanggar Seni Penclon Pamungkas dalam salah satu kegiatan sebelum pandemi Covid-19
INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN ESKPRES EKSIS: Penampilan Sanggar Seni Penclon Pamungkas dalam salah satu kegiatan sebelum pandemi Covid-19

SUBANG-Pandemi Covid-19 merupakan masa yang berat bagi para pelaku seni, begitupun bagi mereka pengelola sanggar seni.

Situasi Covid-19 membuat beberapa sanggar seni melelang perlengkapan seninya demi memenuhi kebutuhan hidup para senimannya.

Sanggar Seni Penclon Pamungkas misalnya yang harus tetap memikirkan keberlangsungan sanggar di tengah pandemi, pimpinannya Endang Sugianto mengaku harus terus kreatif dan inovatif demi memertahankan keberlangsungan sanggar di tengah pandemi Covid-19.

“Ya terus melakukan berbagai pembaruan, baik itu dalam manajemen, maupun karya. Terbaru juga kami membuka peluang belajar bagi siapapun yang memiliki minat untuk berkesenian,” tuturnya.

Endang menuturkan, sebelumnya Sanggar Seni Penclon Pamungkas hanya berkutat pada prodak kesenian dengan seniman yang sudah “jadi”, kini mulai berpikir untuk menyiapakan regenerasi kesenian mereka. Bagi Endang hal tersebut diistilahkan dengan sebutan hikmah pandemi.

“Jika selama ini kami hanya sibuk manggung memenuhi pesanan pemesan jasa kesenian, kini kami mulai berpikir untuk melakukan regenerasi melalui pendidikan seni non-formal di sanggar kami,” tambahnya.

Dia menyebut, ada beberapa pelatihan seni tersedia di sanggar seni Penclon Pamungkas yang beralamat di Dusun Belendung  Desa Belendung RT05/02 Cibogo Subang itu. Dari mulai belajar gamelan, menari, bahkan sampai pada tata rias dan membuat aksesoris kostum tari.

“Gamelan tradisional Sunda baik pelog atau madenda, ada juga tari, baik tradisi atau kontemporer, pembuatan aksesoris kostum tari, tata rias, dan sebagainya, jika mau berlatih bisa nanti datang langsung saja,” tambahnnya.

Dia menyebut, proses pembelajaran di Sanggar Seni Penclon Pamungkas dikelola oleh tenaga pengajar yang profesional. Tenaga pengajar tersebut merupakan warga sekitar sanggar lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

“Anak-anak adalah aset bangsa untuk pembangunan dalam bidang kebudayaan. Tidak sekedar menjadikan anak-anak mampu menari atau bermain gamelan, Sanggar Seni Penclon Pamungkas juga secara khusus mengenalkan anak-anak didiknya pada seni tradisi dimotivasi agar cinta dan sayang pada seni tradisi,” pungkas Endang.(idr/ysp)