Saung Budaya Kampung Bolang Rusak Parah Akibat Luapan Air

INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES PORAK-PORANDA: Komunitas Hong Bolang Subang di Saung Budaya Kampung Bolang sebelum dan sesudah diterjang luapan air sungai.

SUBANG-Komunitas Hong Bolang Subang di Saung Budaya Kampung Bolang Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang, menjadi salah satu tempat yang kerusakannya tergolong parah, dalam tragedi meluapnya air sungai, Rabu malam (2/12). Dari pantauan Pasundan Ekspares pada Kamis (3/12) tempat komunitas budaya itu nyaris rata dengan tanah, hanya tersisa puing-puingnya saja. Selebihnya hanyut, termasuk panggung budaya tempat mereka beraktivitas.

Salah satu pengurus di Komunitas Hong Bolang Subang, Dewi menyebut panggung mereka hanyut sedari malam ketika air sungai mulai meluap. Tidak banyak hal yang bisa dia lakukan, selain merasa takut akibat arus luapan air sungai yang cukup deras. “Ya pasrah saja, mau gimana lagi, ketakutan sudah pasti. Alhamdulillah masih diberikan keselamatan, meski memang kerusakan di sini cukup parah,” ungkapnya.

Komunitas Hong Bolang Subang di Saung Budaya Kampung Bolang sebelumnya merupakan tempat tujuan wisata yang terkenal di Subang, di sana terpusat beragam kaulinan budak (permainan anak).

Popularitas Desa Wisata Cibuluh, khususnya Kampung Bolang, justru relatif meningkat seiring dengan ramainya kunjungan wisatawan dari berbagai kota. Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Bolang, akan mendapatkan suguhan pemandangan yang luar biasa. Pesona alam pedesaan, pesawahan, kolam ikan, sungai-sungai yang mengalir, air terjun, rimbunnya pepohonan, segarnya udara, dan tentunya keramahan masyarakat setempat.

Tidak hanya menikmati kesejukan kampung yang di kelilingi bukit dan pegunungan. Wisatawan juga bisa mencoba secara langsung aneka permainan tradisional yang semuanya memanfaatkan kekayaan alam. Seperti, jajangkungan awi, momotoran awi, kelom awi, atau masih banyak lagi permainan lembur (kampung) lainnya.

Namun pasca terjadinya luapan air, tidak ada lagi yang bisa dinikmati selain puing-puing bekas panggung dan beberapa bambu di sana, Dewi berharap pemerintah bisa peduli dengan keadaan Komunitas Hong Bolang Subang di Saung Budaya Kampung Bolang saat ini. “Semoga ada perhatian dari pemerintah, dan secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pemilik dari tempat ini, yakni kang Zaini, terkait langkah apa yang kemudian akan dilakukan,” tambahnya.

Selain komunitas hong di kampung bolang, kerusakan parah juga ada di bagian jembatan patrol akibat meluapnya Sungai Cikaramas, Jembatan Patrol yang menghubungkan Tanjung siang dan Sumedang Jebol sekitar pukul 19:10 WIB, Rabu malam (2/12).

Namun tidak usah khawatir sebab, sudah sejak Kamis sore (3/12) lalu lintas jalur tersebut bisa dilalui. Setelah sempat terputus akibat jebolnya jembatan dan longsoran tanah di beberapa titik.(idr/vry)