Sawah Sedang Butuh Air, Pemdes Mekarjaya Upayakan Pompa Satelit

YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES MENINJAU: Tim dari BPBD Subang didampingi Sekdes Mekarjaya saat meninjau lokasi talang jebol.

SUBANG-Guna mengatasi sawah yang terancam kekeringan akibat talang jebol, Pemdes Mekarjaya mengupayakan pompanisasi air ke saluran tersier. Pasalnya, dua hingga tiga pompa yang ada saat ini masih dirasa kurang

“Jujur saja, petani memang masih was-was terkait dengan kekurangan air. Makanya, kita ajukan permohonan BBWS soal pompa satelit. Itu output airnya lebih bagus dibanding pompa biasa,” kata Dastari.

Menurutnya, salah satu solusi yang perlu diambil dari masalah Talang saluran tersier di Dusun Sukawera Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng alami jebol adalah imbas dari tersendatnya pasokan air. Jika tidak ditanggulangi secara segera, sebanyak 300 nah atau 250 ha lahan sawah terancam gagal panen. Ini sudah lebih dari satu bulan. Sedang butuh-butuhnya air,” ucap Dastari.

Sedangkan penanganan talang jebol, lanjutnya, diprediksi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Artinya, upaya penanganan darurat terkait pemenuhan kebutuhan air bagi para petani harus diutamakan. Selain ketersediaan pompa, tentu ketika nanti membantu operasional pasti akan besar. “Petani menyanggupi, tapi tetap operasional itu tinggi apalagi bila waktunya lama,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah dengan berkomunikasi langsung pada BBWS serta pelaksana proyek modernisasi saluran irigasi SS Pamanukan PT Bumi Karsa-Jakon KSO. “Kami sudah bersurat dan berkomunikasi secara langsung baik melalui kontraktor juga PPK dari BBWS. Mereka mau membantu dan saat ini sedang dibuatkan design dan RAB nya. Nanti mungkin tinggal menunggu persetujuan dari Orang PUPR nya,” ucap Dastari.

Selain kebutuhan pompa, pihaknya juga saat ini membutuhkan bantuan pompanisasi serta operasional untuk kegiatan pompanisasi tersebut. “Perkiraan kan meskipun ini nanti dibangun, tidak bisa selesai dalam waktu sebentar. Jadi perlu bantuan mesin juga terkait operasionalnya, ini yang tengah diupayakan melalui BBWS untuk pompa satelitnya,” ucapnya.(ygi/vry)

BACA JUGA:  Petani Waspadai Serangan Wereng dan Tikus