SDM ASN Hambat Ajuan APBD-P, ARD:  Rotasi Mutasi Harus Berdasarkan Skill

SDM ASN Subang

SUBANG-Permasalahan usulan APBD Perubahan tahun 2021 yang terlambat hingga ditolak Pemprov Jawa Barat, dinilai kelengahan Pemkab Subang. Salah satu faktor keterlambatan, dikarenakan sistem tersebut belum dikuasai para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut membuat para masyarakat, akademisi, mahasiswa, aktivis, hingga pengamat keuangan menilai kerja para ASN di Kabupaten Subang harus dioptimalkan.

Mantan Ketua Tim Pemenangan Jimat-Akur, Asep Rochman Dimyati mengatakan, mengenai keterlambatan pengajuan APBD Perubahan, jangan ada yang saling salah menyalahkan. Hanya saja, dalam pengajuan APBD Perubahan 2021, sudah terlihat jelas kinerja ASN di Kabupaten Subang sangat buruk. “Kalau ga mampu, mundur saja. Jangan nunggu dipindahkan,” tegas Asep.

Dijelaskan Asep, SDM para ASN juga harus diperhatikan oleh pimpinan daerah. “Jadi, bukan hanya karena kedekatan, tapi karena skill dan kemampuan ASN itu sendiri. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang banyak memiliki ASN yang sangat kompeten di bidangnya, namun malah terbuang. Sepertinya harus selektif lagi dalam penempatan ASN. Jangan asal!” kata Asep.

Sekretaris BKAD Kabupaten Subang Chairil Syahdu menjelaskan, dulunya dalam penginputan usulan anggaran menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) kini menjadi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Hal tersebut menjadi kendala, dimana para ASN harus berproses dengan sistem tersebut. “Karena belum terbiasa, apalagi mereka masih berproses,” katanya.