Selama Pandemi Panti Tak Boleh Buka, Pendapatan Pijat Refleksi Menurun Drastis,

Pijat Refleksi
SEPI: Pemilik Pusaka Leluhur Refleksi, Agus Wijaya saat merefleksi salah seorang pelanggannya di panti pijat miliknya. YUGO EROPSI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Selama pandemi Covid-19, pendapatan tukang pijat refleksi dan pemandu lagu karoke menurun drastis. Hal itu disebabkan adanya aturan PSBB dan jaga jarak atau physical distancing.

Pemilik Pusaka Leluhur Refleksi, Agus Wijaya (50) mengatakan penurunan pendapatan pijat refleksi di tengah pandemi sangat dirasakan sekali. Sehingga dirinya hanya bisa berdiam diri di rumah. “Mau bagaimana lagi bingung mau ngadu ke siapa,” ujarnya.

Sebelum pandemi terjadi, lanjud dia, banyak pasien yang datang bahkan bisa mencapai puluhan. Namun ketika pandemi, jumlah kunjungan menyusut, bahkan dalam sehari tidak ada pasien sama sekali. “Mungkin ketakutan karena pijat refleksi harus ada kontak fisik dan saling berdekatan,” ujarnya.

Dia mengaku di masa pandemi masa uang sulit didapat, belum lagi untuk kebutuhan lainya. Padahal usaha yang sudah di rintisnya itu sejak tahun 1987, sangat terkenal namun tenggelam karena pandemi Covid-19. “Ya bisa di hitung saja pendapatan yang hilang karena Covid-19 ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Giliran Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan dari Polres Purwakarta

Seorang Pemandu Lagu di salah satu karoke di Subang, Maya (25) mengaku terpaksa harus meminjam uang kepada rekannya bahkan hingga ke renternir. Itu dilakukanya untuk menyambung hidup karena selama pandemi tidak memiliki pekerjaan karena tempat dirinya bekerja harus ditutup.”Untuk makan jadi susah,dan harus pinjam sana-sini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kabupaten Subang, Asep Setia Permana mengatakan untuk destinasi wisata, tempat karoke, panti pijat dan lainnya, belum diperbolehkan untuk membuka usahanya. Hal itu lantaran belum ada instruksi dari pimpinan.

“Apakah diperbolehkan membuka tempat-tempat tesebut?, masih belum ada keputusan kapan bisa dibukanya,” singkatnya.(ygo/sep)