Sempat Dibantah Kemenag, Dewan Hakim MTQ Positif Terkonfirmasi

Satu Dewan Hakim MTQ Positif Covid-19

SUBANG-Kabar adanya satu dari sekian banyak dewan hakim pada MTQ yang digelar kemarin di Subang positif Covid-19, yang disampaikan Kepala KUA Pagaden, Asep saat menjadi petugas pencatat nikah pada Kamis lalu (17/9) di Salahaur.

Hal tersebut dibantah Kepala Kemenag Subang, H. Abdurahim. Dia mengaku belum bisa memastikan kabar tersebut, lantaran tidak menerima kabar itu secara langsung pada dirinya, sebab hingga satu minggu setelah penyelenggaraan dirinya sama sekali tidak menerima kabar tersebut. “Sampai sekarang masih belum terima kabar, karena penyelenggara juga sangat ketat ketika menyelenggarakan tersebut,” ungkapnya.

Dia memastikan gelaran MTQ Jabar ke 36 yang berlangsung kemarin di Subang, steril dari Covid-19. Terkait pengakuan salah satu kepala KUA di Subang tersebut, Abdurahim menyebut kabar tersebut belum bisa dipertanggubgjawabkan.

“Sementara ini belum bisa dipertanggungjawabkan ya, karena ya sampai sekarang masih aman-aman saja. Tidak tahu kalau setelah penyelenggaraan misalnya ada yang terpapar, kalau ketika penyelenggaraan saya pastikan tidak ada, sebab semua di tes swab sebelum penyelenggaraan dimulai,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Kepala KUA Pagaden Asep menyebut, jika salah satu dewan hakim MTQ terpapar Covid-19, hal tersebut disampaikan Asep, saat menjadi petugas pencatat nikah pada Kamis lalu (17/9) di Salahaur.

Asep menuturkan, jika akibat dari adanya salah satu dewan hakim pada MTQ tingkat Jawa Barat di Subang, maka beberapa kepala kantor urusan agama, terutama yang memiliki kontak erat dengan salah satu dewan hakim tersebut, harus di swab.
Penelusuran Pasundan Ekspres sampai pada salah satu tim yang tergabung dalam MTQ ke-36, di Subang, dia sebagai Pengawas, berinisial AR.

Dalam sebuah pesan singkat, dia mengaku bahwa dia terpapar Covid-19. Dia menulis bahwa sepulang dari Subang dirinya merasa demam, kemudian hari Senin swab, dan kemarin Rabu dinyatakan positif Covid-19, sekarang dia di ruang isolasi rumah sakit karena bergejala. “Mohon kepada yang ada di grup ini yang pernah interaksi dengan saya, termasuk tempat saya mengawas di gedung Pramuka, sebaiknya melapor ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa atau swab,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan kekhawatirannya, jika ada diantara tim MTQ lainnya tidak bergejala, “Kasian kepada keluarga atau yang lain, mohon maaf sekali, dan mohon doanya,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan pesan pada para kiyai guru-guru, para pejabat, panitia dan semuanya yang di grup ini. “Jaga kesehatan, kuatkan daya tahan tubuh, saya 5 hari tidak bisa tidur, demam tinggi, kepala sakit sekali, persendian ngilu semua, tenggorokan sakit, Masya Allah pengalaman yang luar biasa, kata dokter, ini bergejala ringan, bagaimana yang beratnya? jangan sampai mengalami seperti saya, mencegah lebih baik daripada mengobati,” tulisnya.(idr/vry)