Serapan Anggaran APBD Baru 20 Persen

ANGGARAN: Ratusan ASN mengikuti apel pagi, Senin (10/6). Serapan anggaran baru 40 persen. Sementara serapan anggaran belanja langsung baru 20 persen. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Penyerapan anggaran pada APBD 2019 sebesar 2,9 triliun hingga bulan Juni sekitar 40 persen. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengklaim jumlah serapan anggaran tersebut terhitung ideal.

Sementara itu, Asda II Bidang Pembangunan, Dr Komir Bastaman menyebut seharusnya memasuki satu semester serapan anggaran sudah sampai 50 persen.

Kepala BKAD Subang H Syawal mengatakan, selalu menghimbau kepada dinas-dinas untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran.

“Percepatan penyerapan anggaran itu akan tergantung dari teman-teman (dinas), terutama untuk anggaran fisik itu akan dilelang jadi bisa dilakukan percepatan lelangnya,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Dia mengatakan, memang tidak jadi persoalan ketika serapan anggaran di bulan keenam sekitar 40 persen. Di bulan-bulan selanjutnya setelah proses lelang selesai, serapan anggaran akan tinggi.

Asda II Bidang Pembangunan, Dr Komir Bastaman mengatakan, serapan anggaran 40 persen itu terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung. Belanja tidak langsung seperti untuk gaji PNS sudah pasti terserap setiap bulannya, karena tidak bisa ditunda.

“Nah yang belanja langsung ini kami minta kepada OPD supaya dipercepat penyerapan anggarannya,” katanya.

Komir mengatakan, serapan belanja langsung masih minim baru sekitar 20 persen. Oleh karenanya ia meminta agar kepala OPD merealisasikan percepatan program.

“Belanja langsung masih sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Dia menuturkan, belanja langsung yang tanpa melalui proses lelang seharusnya sudah bisa dilakukan dengan cepat. Dia memaklumi belanja langsung yang melalui proses lelang karena memakan waktu cukup lama.

“Yang juksung (penunjukan langsung) itu banyak di PUPR ada ratusan, di pertanian juga ada bisa dipercepat,” ujarnya.(ysp/dan)

BACA JUGA:  Anggarkan Rp 2,6 Triliun untuk Belanja Langsung, APBD Defisit Rp 32,7 Miliar