Silaturahmi Awal Tahun Komunitas Forsubang

SUBANG-Komunitas Forum Subang Membangun (Forsubang) melaksanakan pertemuan silaturahmi awal tahun pada Minggu (19/1) bertempat di Gedung Radio Simphoni, Ciheuleut, Subang. Silaturahmi ini dihadiri tokoh senior: H. Ating Rusnatim, H. Hani Ruchendi, H. Eka Meina, H. Sulaeman, H. Benyamin Rambi, dan lain-lain. Hadir juga Ketua Yayasan KOPEL, Diaz, dan sejumlah pimpinan komisariat KOPEL. Pembina Yayasan Forsubang, H. Herry Sumbodho, tak bisa hadir dan telah menyampaikan alasannya kepada Ketua Panitia Silaturahmi, Hasanudin Raka.

Dalam silaturahmi itu, Ketua Yayasan Forsubang, Endang Sukendar, memaparkan kembali visi misi Komunitas Forsubang yang ingin mengangkat Subang ke orbit nasional dan internasional. “Subang memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu warga Subang harus mampu memanfaatkan potensi ini dengan baik, untuk kesejahteraannya,” kata wartawan senior majalah GATRA yang asal Subang ini.

Selanjutnya, H. Ating dan H. Hani yang merupakan eks birokrat dan legislator daerah memberikan arahan²nya seputar manajemen organisasi dan rencana pengembangan komunitas Forsubang ke depan.

Dalam pertemuan itu tercetus rencana pembentukan badan hukum baru, sebagai pengembangan Forsubang yang diharapkan bisa lebih menjawab tantangan Subang ke depan. Subang memang sedang terus berkembang dengan tantangan ke depan yang lebih besar. “Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban jangan sampai menggusur orang Subang sendiri, dan karena itu kita harus mampu mendorong orang Subang bisa mengambil peranan lebih besar dalam pembangunan proyek nasional ini,” kata H. Ating. Plt Bupati Subang 2018-2019 itu menyatakan siap mendukung pembentukan badan hukum organisasi baru bagi warga Forsubang dan siap menghubungkannya dengan pihak-pihak lain di Subang guna menjalin kemitraan.

Sementara itu, H. Hani Ruchendi yang merupakan eks anggota DPRD Subang dua periode berharap organisasi baru nanti bisa lebih menjembatani kepentingan daerah dengan Pusat di Jakarta, baik dengan birokrasinya maupun perusahaan² BUMN dan swasta. “Dalam menjalankan organisasi, yang penting adalah bagaimana menyamakan visi. Dari sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan, harus dibuat skala prioritas berdasarkan kesepakatan bersama. Sebab, kalau kegiatan tidak didukung oleh anggota organisasi yang lain, tentu tak akan jalan,” papar mantan politikus Partai Golkar itu.

BACA JUGA:  BPJS Gandeng Kemenag, MUI dan Baznas Lindungi Pengurus DKM

Sulaeman, alias Isul, yang merupakan mantan auditor sebuah bank pemerintah dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Pensiunan Bank, menyampaikan harapannya agar dalam berorganisasi, warga komunitas Forsubang bisa mengambil peranannya masing². Menurut dosen akutansi STIE Subang itu, mereka yang tidak bisa berperan di organisasi, terpaksa akan ditinggalkan. Isul berharap warga Forsubang bisa melakukan rekonsiliasi untuk menyamakan visi dalam bersama-sama membangun Subang di luar peran pemerintah.

H. Eka Meina yang merupakan pendiri Yayasan KOPEL juga berharap ke depan, Yayasan Forsubang dan Yayasan KOPEL yang selama ini telah berhimpun di komunitas Forsubang bisa lebih mempererat kerjasama untuk bersama-sama mengangkat Subang. “Kita berharap bisa membuat kepanitian bersama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan nanti,” katanya.

Selanjutnya organisasi atau badan hukum baru yang telah diwacanakan itu akan dibicarakan lebih intens dalam diskusi-diskusi yang akan dilakukan bersama di antara warga komunitas Forsubang. (hba)