Siswa SD Kesulitan Belajar di Rumah

Anggota Dewan Fraksi Gerindra, Ujang Sumarna

Dampak Sosial dan Pendidikan Covid-19

SUBANG-Anggota DPRD Subang dari Fraksi Gerindra, Ujang Sumarna menyoroti dampak sosial Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat monitoring penanganan Covid-19 di Cipeundeuy, Senin (13/4).

Menurutnya, dampak sosial adalah termasuk pada persoalan paling utama. Jangan sampai salah menjelaskan pada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan di masyarakat.

“Jangan sampai saya dengar ada stigma buruk di tengah-tengah masyarakat, sehingga timbul pengucilan pada ODP. Sebaliknya justru harus saling bahu membahu. Jika ada, berarti aparatur pemerintah tidak melakukan sosialisasi dengan benar,” jelasnya.

Dari aspek pendidikan, kata dia, nasib anak-anak sekolah tidak jelas, dimana anak diwajibkan belajar di rumah. Disisi lain, tidak semua siswa memiliki smartphone ataupun android.

Ia pun berpesan pada guru supaya bijaksana dalam menerapkan metode belajar di rumah. Hal itu jangan sampai menambah beban baru.

“Manfaatkan media yang ada, seperti TVRI yang mulai menayangkan tayangan belajar di rumah. Saya juga mengharapkan ketegasan aparat, jika masih ada masyarakat yang masih berkerumun diberikan imbauan saja, atau tindak tegas jika masih saja membandel,” tambahnya.

Diakui oleh Korwil Pendidikan Cipeundeuy, yang di wakili ketua PGRI Cipeundeuy, Asep Rohmat, menjelaskan bahwa pembelajaran di rumah memang yang paling sulit dilakukan oleh siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD).

Pasalnya, tidak semua orang tua siswa memiliki android, khususnya di Cipeundeuy. “Biasanya kami siasati dengan buku tema, khusus SD, namun kekurangannya tidak semua kegiatan siswa bisa terkontrol memang,” jelasnya.Dia juga memohon pada aparat, khususnya di wilayah Cipeundeuy, karena dari pemantauannya masih ada Warnet yang masih buka. Sehingga banyak siswa malah main game di sana.(idr/sep)