SMK Damar Sambut Revolusi Industri 4.0

REVOLUSI INDUSTRI: Menyongsong program revolusi industeri 4.0, SMK Damar terus menggenjot kompetensi lulusannya, agar bisa masuk dan diterima dunia usaha dan industri. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN– SMK Darul Maarif (Damar) Pamanukan siap menyongsong era Revolusi Industri 4.0. Rencananya, SMK Damar akan melakukan MoU dengan salah satu perusahaan yang akan membantu langkahnya untuk menyosong era Industri 4.0.

Wakasek Bidang Hubungan Industri SMK Damar Drs IIm Abdurrahim mengungkapkan, bahwa saat ini pihak sekolah masih melakukan komunikasi dengan salah satu perusahaan, yang concern dan peduli pada SMK, untuk berkembang ditengah kemajuan zaman.

“Kita sudah komunikasi dengan perusahaan, dan kitapun merencanakan untuk kearah sana, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dilaksanakan MoU oleh Kepala Sekolah,” jelas Iim.

Menurutnya, ia tidak menampik ada wacana Revolusi Industri 4.0 yang saat ini sedang berkembang, turut menjadi perhatian sekolahnya.

“Nanti apa gurunya dulu yang dimagangkan, atau materinya (kurikulum), kita tunggu sampai MoU itu dilakukan,” jelasnya.

Namun saat ini kata Iim, pihak sekolah juga terus berusaha untuk memfasilitasi lulusannya, untuk bekerja dalam dunia industry.

Melalui jaringan yang telah dibuat oleh pihak sekolah, segala informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari berbagai macam industry, disampaikan lewat media itu.

“Kita telah jalin komunikasi, dengan sejumlah perusahaan di Karawang, menyalurkan siswa yang lulus untuk kerja disana, ada yang tidak kerjasama juga minta siswa kita juga kita fasilitasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, lulusan dari SMK Damar sendiri saat ini juga banyak berkiprah di dunia retail atau toko modern berjejaring yang ada di Pamanukan serta Subang.

“Ada juga yang melalui jaringan kakak kelasnya, disini ada lowongan, kamu kesini nanti ada tes, Alhamdulillah informasi suka ada saja,” jelasnya.

Meski begitu, Iim juga mengakui bahwa dalam prospek kerja Industri lulusannya bukan berarti tanpa hambatan, terkadang, ada saat-saat tertentu, informasi tersebut tidak sampai, karena beberapa hal.

“Ada yang nomornya ganti, ada juga yang bergerak secara mandiri, siswa nyari lowongan sendiri,” jelasnya. (ygi/dan)