Soal Kartu Pra Kerja, Ini Harapan Mahasiswa

SUBANG-Rencana Capres No 01 Jokowi-Maruf yang akan meluncurkan Kartu Pra Kerja di respon positif oleh sebagian mahasiswa. Saat ini penghitungan suara Pilpres masih terus berjalan. Hingga Minggu (12/5) hari ini, melalui situs resmi kpu.go.id, tercatat data masuk sudah sebesar 77,70 % pada pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan situs resmi KPU tersebut, hasil real count KPU Pilpres 2019 mencatat data dari 632.030 TPS sudah diterima KPU.

Tentu saja hasil penghitungan suara ini belum final, sebab total ada 813.350 TPS yang terbagi menjadi 35 wilayah pemilih.

Berdasarkan dari data masuk sebesar 77,70 % tersebut, paslon Jokowi-Maruf berhasil mengumpulkan suara sebanyak 56,30 % atau sebesar 66.993.347 suara.

Sementara untuk paslon Prabowo-Sandi berhasil mendapat 43,70% atau sebanyak 51.999.792 suara.

Salah satu mahasiswa, Wawan Setiawan berharap adanya Kartu Prakerja ini, bisa memudahkan anak-anak muda dalam mencari kerja selepas lulus dari perguruan tinggi.

“Saya berharap Kartu Prakerja ini tepat sasaran. Memang tidak semua orang bisa mendapatkan Kartu Prakerja ini. Tapi mudah-mudahan bisa membantu proses transisi dari mahasiswa masuk ke dunia kerja,” bebernya.

Selain itu, Wawan juga menyebut untuk pengangguran tentu harus ikut pelatihan tenaga kerja terlebih dahulu.

“Sudah disampaikan dalam programnya pada saat itu, jadi harapannya setelah ikut pelatihan bisa mendapatkan pekerjaan, sambil menunggu pekerjaan akan mendapat insentif,” jelasnya.

Ia juga berharap program ini sangat berguna sekali dan tentunya dapat mengurangi angka pengangguran yang lebih, serta Kartu Prakerja ini dapat menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan.

Mahasiswi lainnya, Afifatur Rosyidah berharap kartu itu bisa bener-benar efektif jika mulai diterapkan nanti.

“semoga tidak menimbulkan masalah yang lainnya. Terpenting dengan program ini tingkat pengangguran bisa berkurang,” ucapnya.

BACA JUGA:  68.000 Pengangguran Tagih Janji, Segera Terbitkan Kartu Pra-Kerja

Ia menambahkan, program dari Presiden terpilih nanti siapapun itu, sebagai masyarakat harus mendukung jika tujuannya untuk masyarakat.

“Apapun program presiden kita nanti. Sebagai masyarakat kita wajib dukung, selagi baik,” bebernya. (ygi/dan)