Soal Perahu Bantuan, Ini kata KSOP Kelas II Patimban

PUSAKANAGARA– Kabar bantuan hibah perahu untuk nelayan di Patimban yang rusak jadi perhatian. Saat ini ada 4 perahu yang posisinya di galangan kapal dekat pesisir Pantai Patimban. Dari 5 perahu bantuan yang dikirim, satu perahu diantaranya alami musibah karam sebelum sampai di Perairan Patimban.

Keempat perahu yang berada di Patimban menjadi perhatian karena kondisinya yang rusak dan tak dipakai. Bahkan hingga saat ini, masih belum tersentuh. Informasi terkini, ternyata kapal tersebut belum diserah terimakan oleh instansi terkait.

Ketua KUD Mina Misaya Guna M. Rusdi mengatakan, kondisi perahu bantuan tersebut dinilai tidak layak dan tak bisa digunakan untuk melaut. Ia juga berharap jika perahu tersebut merupakan bantuan, hendaknya Pemerintah melakukan perbaikan terlebih dahulu pada perahu tersebut.

“Ya kalau memang mau ngasih bantuan, ganti saja itu sama perahu yang baru, jumlahnya pun kami minta tetep 5 unit sesuai kesepakatan dan semuanya harus dilengkapi alat tangkap. Atau, kalau enggak perahu baru, ya perbaiki dulu perahunya sampai layak pakai, lengkapi alat tangkapnya. Tapi biaya perbaikannya jangan sampai membebani kami para nelayan,” kata Rusdi.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Patimban Dr Anwarudin S.T M.T ketika dikonfirmasi Pasundan Ekspres melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, Kementerian Perhubungan menyiapkan bantuan kapal tradisional untuk nelayan Patimban. Untuk awal, Kemenhub menyiapkan 4 (empat) kapal tradisional dan saat ini sedang proses persiapan perbaikan (docking) di galangan kapal terdekat sebelum diserahterimakan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atau diwakili oleh Dinas Perikanan setempat.

“Penyerahan kapal tersebut kepada nelayan akan dilakukan melalui KKP atau Dinas Perikanan setempat selaku institusi yang berwenang melakukan pembinaan kepada nelayan dan dilakukan setelah masa docking selesai,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, Anwaruddin hari ini di Patimban, (26/12)

Perbaikan pada empat kapal tersebut dilakukan untuk memastikan kelaiklautan kapal. Selain itu, Kemenhub bekerja sama dengan KKP, kapal tersebut akan dilengkapi alat penangkap ikan agar kedepannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Nelayan Patimban.

“Keempat kapal tersebut sudah ada di dermaga Pelabuhan Patimban dan segera naik docking untuk pengecekan kelaiklautannya,” jelas Anwar.

Mengenai kapal yang karam, Anwar menambahkan awalnya ada 5 unit kapal tradisional yang akan dihibahkan yaitu Riski Laut GT 13, Riski Laut 2 GT 13, Riski Laut 4 GT 15, Riski Laut 1 GT 10 dan Riski Laut 3 GT 11. Namun dalam pelayarannya dari Probolinggo ke Patimban, Riski Laut 3 mengalami musibah karam.

Menurut Anwar, pemberian bantuan kapal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat nelayan di Patimban agar dapat memaksimalkan mata pencaharian menangkap ikan di laut. (ygi/ded)