Sosialisasi Masih Kurang, Pemda Subang Dinilai Tidak Siap Hadapi PSBB

PEMERIKSAAN: Petugas melakukan pemeriksaan pengendara dalam rangka penyekatan pemudi di perbatasan Jalur Pantura. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Sehari jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tokoh Pantura H. Hermansyah pertanyakan kesiapan Pemda Kabupaten Subang dalam menghadapi PSBB tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Pemda Subang melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dinilai lamban dalam menyikapi PSBB Jawa Barat termasuk yang akan dilaksanakan di Subang.

Hermansyah menilai, hingga Selasa siang (5/5), sosialisasi perihal PSBB dari Gugus Tugas Covid-19, Pemerintah Kecamatan juga Desa masih kurang. Padahal masyarakat perlu mengetahui, karena selama PSBB ada hal yang dilarang atau diperbolehkan. “Ini Pemda Subang mau seperti apa, sampai sekarang tidak jelas, PSBB itu dampaknya juga akan terasa pada masyarakat,” ucap Hermansyah.

Bahkan, ia menjelaskan ketidaksiapan Pemda bisa dinilai dari keberpihakan anggaran pada masyarakat. Jika Pemprov Jawa Barat menganggarkan Rp 10,8 Triliyun untuk PSBB Jawa Barat, Hermansyah mempertanyakan alokasi anggaran dan rencana realisasinya. “Jangan sampai masyarakat betul-betul kesusahan, Pemda harus segera memberikan jaringan pengaman sosial bagi warganya yang ada di 30 Kecamatan yang terdampak. Ada bantuan BLT, Bansos Gubernur dan Pusat itu harus didorong juga dan jangan sampai dobel penerimanya,” ungkapnya.

Bahkan, Hermansyah bersama rekan lain tengah mengkaji kebijakan-kebijakan Pemda Subang termasuk soal PSBB. “Jangan sampai penanganan Covid-19 ini jadi proyek, situasi sulit seperti ini Pemda harus hadir bagi masyarakat,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tetap berharap PSBB dilaksanakan dengan maksimal agar menekan penyebaran Covid-19.(ygi/sep)