Stok Beras dan Gas Elpiji Melimpah, Dinsos Sisir Nama Penerima Bansos

PASOKAN AMAN: Bulog Subang pastikan pasokan beras aman saat PSBB.

SUBANG-Menjelang digelarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) stok beras dan gas elpiji dinilai mencukupi untuk masyarakat Kabupaten Subang. Masyarakat Subang akan menerima bantuan sosial (bansos) dari Kemensos dan APBD.

Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Subang Teddi A. Rahman mengatakan, menjelang PSBB masyarakat Kabupaten Subang jangan khawatir untuk gas elpiji 3 kilogram, karena saat ini stok sangat cukup. Kecukupan tersebut terlihat dari penyaluran yang bersifat reguler dan juga faktultatif. “Alokasi reguler per harinya 48 ribuan tabung, sedangkan untuk alokasi faktultatif saat ini masih dibicarakan dan pembahasan,” katanya.

Hiswana Migas berencana akan melakukan home delivery, dimana agen dan pangkalan nantinya mengantarkan gas elpiji tersebut ke rumah-rumah konsumen. “Hal tersebut baru sebatas rencana saja dalam PSBB, karena konsumen nantiya tidak bisa keluar rumah,” katanya.

Wakasub Bulog Subdivre Subang Desy Asmiyati mengatakan, menjelang PSBB stok pangan di Bulog Subang cukup. Estimasi stok pangan yang ada di gudang bisa bertahan sampai 10 bulan ke depan. “Stok yang tersedia saat ini sebanyak 22.000 ton dan tersebar di 5 gudang bulog. Estimasi kita cukup untuk 10 bulan ke depan. Maka dari itu kami rasa sangat cukup dalam PSBB,” ujarnya.

Stok beras yang digunakan, Desy menuturkan, stok beras cadangan beras pemerintah (CBP) dan stok beras komerisal. Beras CBP dapat digunakan pada saat paceklik, rawan pangan ataupun bencana, sedangkan beras komersial penggunaannya untuk penjualan langsung bulog kepada retail atau pun penjualan komersil lainnya. “Kita ada 2 jenis, antara lain CBP dan komersil. Untuk PSBB tentunya jika sangat dibutuhkan akan dikeluarkan CBP,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Daya Sosial Dinas Sosial Kabupaten Subang Saeful Arifin mengatakan, untuk bantuan sosial dari Provinsi Jawa Barat masih berlangsung. Infromasinya dari 31 ribu lebih masyarakat akan menerima bantuan berupa Rp150.000 uang tunai dan paket sembako bernilai Rp350.000. Hingga saat ini, baru tersalurkan sekitar 35 persen, menurut infromasi dari pihak Kantor Pos. “Bantuan gubernur baru disalurkan sekitar 35 persen dari 31 ribuan warga yang akan menerima bansos tersebut,” ungkapnya.

Saeful menjelaskan, penerima bansos dari Gubernur Jawa Barat ada dua. Antara lain, warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan warga yang masuk dalam non DTKS yaitu warga yang terdampak karena Covid-19. “Bantuan Gubernur Jawa Barat kita usulkan DTKS ada 31 ribuan, sedangkan non DTKS ada 75 ribuan yang akan menerima bansos Rp500 ribu berupa uang tunai dan paket sembako,” ujarnya.

Selain bantuan dari Gubernur Jawa Barat, pihaknya juga sudah mengusulkan daftar penerima bantuan sosial dari Kementrian Sosial (Kemensos). Setiap penerima akan mendapatkan bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu tunai dan bisa diambil melalui kantor pos. Bantuan Kemensos, Dinas Sosial mengusulkan 159.000 lebih. “Jumlah tersebut, adalah masyarakat yang masuk dalam data DTKS dan non DTKS,” katanya.

Selain bantuan Kemensos, warga Kabupaten Subang juga akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Subang yang bersumber dari APBD. Pihaknya masih melakukan penyisiran agar penerima bantuan tidak mendapatkan bantuan sosial secara dobel. “Masih kitia sisir nama-nama penerima bantuan, yang berkaca dari NIK KTP-El penerima, agar jangan dobel menerima bansos gubernur, dari Kemensos, dan juga dari Pemerintah Kabupaten Subang,” ungkapnya.

Bantuan dari Pemkab Subang, pihaknya mengestimasi mengsulkan 25.000 – 30.000 untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000, dengan mekansime Rp150.000 uang tunai dan paket sembako senilai Rp350.000. Rencananya dalam penyalurannya akan dikirim melalui kantor pos atau langsung diserahkan ke desa- desa dimana penerima bantuan tersebut tinggal. “Bantuan sosial bersumber dari Pemkab Subang kita estimasikan akan ada 25.000 – 30.000 penerima dari Kabupaten Subang. Penerima bantuan sosial tersebut dinamakan Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS),” tandasnya.

– Bulog Subang Siapkan 22.000 Ton Jelang PSBB
– Hiswana Migas Klaim jelang PSBB pasokan gas elpijji 3 kilogram sangat cukup
Kesiapan 48.000 tabung perhari
– Penerima Bansos Provinsi Jabar yang diusulkan Dinsos Kab. Subang sebanyak 31.000 DTKS dan 75.000 non DTKS
– Bansos Gubernur Sebesar Rp500.000
Rp150.000 uang tunai dan Rp350.000 paket sembako
– Dinsos Usulkan 159.000 Penerima Bansos dari Kemensos
Bantuan Sebesar Rp600.000
– Dinsos Usulkan 30.000 Penerima Bansos dari Pemkab Subang
Bantuan sebesar Rp500.000 (Rp150.000 uang tunai dan Rp350.000 paket sembako)
– Bansos dari Provinsi Jabar, Kemensos dan Pemkab Subang rencananya dikirm melalui kantor pos
– Dinsos Kab. Subang sedang menyisir nama penerima bantuan sosial agar tidak terjadi penerima ganda. (ygo/vry)