Sudah Sejahtera, 3.000 Warga Berhenti Terima PKH

TUNJUKAN SURAT: Sejumlah warga keluarga penerima manfaat menunjukan surat pengunduran diri dan berhenti menerima program PKH. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Dinyatakan Sudah Graduasi Mandiri

SUBANG-Sebanyak 3.000 warga tidak mampu dinyatakan sudah graduasi mandiri. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Deden Hendriana kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan data dari basis data terpadu (BDT) 65.000 warga tidak mampu dan hidup di bawah garis kemiskinan di Kabupaten Subang. Namun sejak tahun 2018-2020, sekitar 3.000 warga yang mengikuti program keluarga harapan (PKH) diantaranya dinyatakan sudah graduasi mandiri. “Dinyatakan graduasi karena mereka sudah sejahtera,” katanya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Jaminan Sosial, Irvan Ferdiansyah menyebut 3.000 warga yang sudah graduasi mandiri itu telah mengundurkan diri dari program PKH, dengan membuat pernyataan berhenti secara resmi. Pasalnya, mereka sudah masuk ke taraf sejahtera dengan memiliki usaha, sudah bekerja dan lainnya. “Mereka sudah mengundurkan diri dan sudah membuat pernyataan bahwasanya tidak akan menerima bantuan PKH lagi,” kata Irvan.

Dia menjelaskan masih banyak keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah sejahtera namun masih menerima bantuan program PKH. Namun disisi lain sudah ada yang sadar secara sendiri karena sudah mampu.

“Kami tidak bisa langsung mencoret nama KPM tidak mampu tersebut. Tapi kami mendorong menyadarkan mereka jika sudah sejahtera maka bisa berhenti untuk menerima bantuan PKH,” ujarnya.

Adapun besaran bantuan PKH tahun 2020, yang diberikan pertahunnya untuk anak usia dini ( 0-6 ) 3 juta, ibu hamil 3 juta, SD 9 juta, SMP 1,5 juta, SMA 2 juta, Disabilitas 2,4 juta dan lansia 2,4 juta. Sedangkan bantuan biaya tersebut diberikan terhadap KPM tersebut.(ygo/sep)

BACA JUGA:  Tempel Stiker PKH di Kampung Sarimukti Desa Rancasari, H Yoyoh : Agar Tepat Sasaran