Tak Ada Kejelasan, Dewan Dorong Belajar Tatap Muka

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES Anggota DPRD Subang H. Adik LF Solihin

SUBANG-Anggota DPRD Subang H. Adik LF Solihin mempertanyakan kepastian pembelajaran tatap muka siswa sekolah. Menurutnya, dunia Pendidikan di Subang saat ini seolah tak mendapat perhatian termasuk mengenai kepastian pembelajaran tatap muka.

“Sampai hari ini dunia Pendidikan kita masih belum jelas, tidak ada kepastian mengenai kapan akan belajar tatap muka, yang ironis, seperti tidak pernah disinggung,” kata H. Adik

Ia menyampaikan, kondisi dilapangan pembelajaran secara daring yang telah berjalan saat ini dinilai kurang efektif. Sebab, ada banyak kendala dan masalah yang dapat dikatakan, Pendidikan di Subang belum sepenuhnya mampu menerapkan system pembelajaran secara online. “Kita rinci saja, mulai dari permasalahan tidak semua siswa dan orang tua memiliki gadget. Selain itu biaya untuk beli kuota internet juga masih menjadi permasalahan. Meskipun ada bantuan kuota internet misalnya, belum tentu juga itu jadi solusi,” ucap H. Adik.

Sebab dilapangan, dengan pengawasan yang kurang serta orang tua yang juga masih banyak belum memahami pembelajaran secara online. Disisi lain, saat ini  beberapa kegiatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, keagamaan dan sosial mulai berangsur berkegiatan seperti sedia kala. “Tengok dengan bidang ekonomi, bisa berjalan kembali, kemarin ada beberapa aksi demo yang sifatnya berkerumun ribuan orang juga bisa berjalan. Lalu kegiatan keagamaan juga saat ini mulai berangsur dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, dunia pesantren juga Alhamdulillah hingga saat ini berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Untuk itu, H. Adik menilai dunia Pendidikan juga bisa dijalankan tentunya dengan menyediakan SOP serta alat-alat yang diperlukan dalam pemenuhan protokol kesehatan. “Justru bisa dipupuk juga sejak dini pada anak-anak dan siswa, termasuk diantaranya meningkatkan kedisiplinan sejak dini. Pemda menyediakan berbagai kebutuhan protokol kesehatan di sekolah, semuanya bahu-membahu,” tutur H. Adik.

Bukan tanpa alasan, sebab saat ini, dengan kondisi ketidak pastian, serta kondisi sosial siswa-siswi sekolah juga mulai alami kebosanan serta kegiatan belajar tak efektif.(ygi/sep)