Tak Indahkan Sosial Distancing, Kantor Pos Kena Tegur Satpol PP

TIDAK JAGA JARAK: Aktivitas pembagian bantuan sosial tunai (BST) Kemensos di Kantor Pos Kalijati. Pembagian bansos ini menuai kritikan karena terjadinya kerumunan massa. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Aktivitas pembagian bantuan sosial tunai (BST) Kemensos di Kantor Pos terus menuai sorotan. Hal tersebut lantaran masih terlihat adanya kerumunan warga penerima bansos itu dengan mengabaikan jaga jarak sosial.

Padahal di saat pandemi Covid-19, apalagi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), harus menjaga jarak sosial. Seolah tidak dijadikan pelajaran, pengambilan dana bantuan sosial yang sempat menimbulkan tumpukan masa di Kantor Pos Subang, terjadi juga di kantor Pos Kalijati.

Ribuan warga kalijati tumplek, tak hiraukan aturan PSBB, himbauan dari petugas sama sekali tak dihiraukan oleh warga. Padahal mekanisme pengambilan di Kantor Pos dilakukan dengan metode penjadwalan yang sudah diinfokan ke tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan, namun antusias warga rupanya tidak menghiraukan mekanisme tersebut.

Tokoh masyarakat kalijati Inda Subagja menyayangkan kejadian tersebut, dia khawatir jika kumpulan masa tersebut, dapat berdampak buruk. Ia pun meminta ketegasan pemerintah dan aparatur setempat agar tumpukan massa bisa dihindari. “Harus ada evaluasi, aparat juga harus tegas, pihak kantor pos juga kenapa mekanismenya tidak dirubah, padahal sudah pernah terjadi kejadian yang sama di kantor pos Subang, memang tidak bisa kalau kantor pos yang antar langsung ke warga penerima banuan?” ungkapnya.

Mengenai adanya aktivitas kerumunan saat pembagian bansos tersebut menjadi perhatian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr Maxi menuturkan, berdasarkan pantuan di sejumlah tempat memang terjadi penumpakan massa di Kantor Pos. Dia menyampaikan, kegiatan pembagian bansos ini harus tetap berlangsung.

“Tapi mohon pelaksana tempat itu agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk bagaimana tetap menjaga jarak. Kita juga tidak ingin, kan itu kegiatan yang penting bagi bantuan. Tapi jangan sampai meninggalkan kesan semrawut, sehingga bisa terjadi penularan orang yang ada di situ,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers, Rabu (13/5).

Mengenai apakah mereka juga yang mengambil bantuan menjadi sasaran rapid tes, kata dr Maxi, akan dikomunikasikan terlebih dahulu.

Mengenai adanya kerumunan tersebut, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, H Hidayat mengatakan, sudah memerintahkan agar dilakukan penguraian kerumunan orang. Jangan satu tempat, tapi beberapa tempat supaya tidak terjadi penumpukan.

“Sudah kita perintahkan untuk diurai tempat penyaluran jangan satu tempat tapi beberapa tempat supaya tidak terjadi penumpukan,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Dikdik Solihin menuturkan, sudah menegur pihak Kantor Pos dan menertibkan masyarakatnya. Pihaknya juga telah memanggil lagi orang kecamatan dan lurah.

Dikdik menuturkan, penumpukan terjadi karena tidak sesuai jadwal. Penerima datang lebih awal dari jadwal.(idr/ysp)