Tak Terpengaruh Wabah Corona, Sariater Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

ANTRI: Para penumpang di Terminal Tipe A Subang mendapatkan pengarahan dari petugas Dinas Perhubungan Subang terkait antisiaspi wabah virus corona. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

CIATER-Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus corona Covid-19 sebagai pandemi. Menindaklanjuti hal ini, pemerintah juga menyatakan masalah virus corona sudah menjadi bencana nasional non alam.

Akibatnya Beberapa fasilitas publik, dan tempat umum di Jawa Barat termasuk di Sekolah di liburkan, termasuk juga di Subang, beberapa sekolah sudah meliburkan diri hingga dua minggu ke depan.

Kendati demikian, rupanya hal itu tidak berpengaruh bagi beberapa tempat wisata di Subang, seperti misalnya pemandian air panas di Ciater.

Dari pantauan Pasundan Ekspres pada minggu (15/3), tempat wisata ini tetap ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam kota maupun luar kota. Salah satu pengunjung asal Jakarta, Andriansyah (42) mengaku tetap berkunjung ke Ciater lantaran sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari bersama keluarganya, sehingga status bencana nasional virus corona seperti yang ditetapkan pemerintah beberapa hari lalu tidak begitu berpengaruh.

“Saya sudah janji sama anak-anak mas, dari jauh hari, mau liburan ke mari. Sudah tau tetang virus corona itu, saya juga baca berita tapi namanya udah janji ya kita, anak-anak sama ibunya juga nagih terus, ya datang aja lah, insyaallah aman,” jelasnya.

Dirinya juga mengakui jika perasaan was-was itu ada. Justru rasa was-was tersebut semakin tinggi sejak dirinya sudah berada di lokasi, karena beberapa status daerah yang meliburkan anak sekolah sejak minggu pagi diketahui melalui berita daring.

“Saya dari Sabtu ini ada di Bandung, was-was tapi biasa aja, minggu pagi udah sampe di sini (Ciater) baca berita, banyak daerah yang liburin anak sekolah termasuk sekaloh anak-anak saya di Jakarta, nambah was-wasnya,” tambah Andriansyah.

Sari Ater ingatkan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak managemen Sariater terkait menyikapi perkembangan status virus corona, namun diketahui dari petugas tiket, hingga Minggu (15/3) para pengunjung Sariater masih normal-normal saja. “Biasa saja, ramai seperti biasa,” jelasnya singkat.

Diketahui juga beberapa waktu lalu PT Sari Ater Hotel & Resort bekerjasama dengan PMI Kabupaten Subang mensosialisasikan antisipasi infeksi virus corona atau covid 19 di Dayang Sumbi Restorant, beberapa poster kampanye pola hidup sehat dan hal-hal terkait pencegahan virus corona banyak tersebar di sana, kemungkinan besar sebagai upaya PT Sari Ater mengingatkan kepada pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebelumnya, Corporate Communikation Manager PT.Sari Ater Hotel & Resor, Yuki Azuania mengatakan kunjungan wisatawan ke Ciater cenderung tetap, dan tidak terpengaruh. “Untuk Januari 2020 hingga sekarang menunjukkan jumlah kecenderungan tetap,” kata Yuki.

Namun bukan berarti upaya-upaya antisipatif tidak dilakukan, Dia berharap persoalan penyebaran virus corona tersebut bisa segera teratasi, sehingga keadaan menjadi kondusif kembali.

Pengecekan Kesehatan di Terminal

Sementara itu, Kepala Satuan Terminal Tipe A Subang, Bambang Argo mengatakan akan melakukan pengecekan kesehatan terhadap para penumpang bus.

Hal itu sebagai atisipasi penyebaran virus corona. “Sebagai antispasi penyebaran virus korona yang bisa saja masuk dan terbawa oleh masyarakat pendatang ataupun warga subang yang bekerja di luar daerah.

Kami akan berkordinasi dengan para dokter di Subang, agar bisa melakukan pengecekan kesehatan bagi para penumpang bus,” kata Bambang kepada Pasundan Ekspres, Minggu (15/3).

Dia mengaku ingin segera melakukan pengecekan terhadap suhu panas para penumpang yang berasal dari Jakarta atau Bandung ke Subang tersebut.

Namun hal itu terkendala dokter di Kabupaten Subang yang belum memiliki waktu untuk melakukan pengecekan kesehatan tersebut. “Sebetulnya sudah ingin dilakukan sejak lama, namun dokter nya belum pada siap,” ujarnya.

Pasca diliburkanya sekolah dan penutupan wisata di Jakarta, lanjut dia, setiap penumpang yang datang dari luar terutama dari Jakarta harus dilakukan pengecekan kesehatan.

Pasalnya, pengecekan itu bukan hanya WNA saja melainkan WNI juga harus dilauka pengecekan. “Jalur darat juga harus ada pengecekan, bukan hanya Jalur udara (Bandara) saja, dan ini memang menjadi perhatian yang serius, kita tidak pernah tau kapan dan dimana,” ungkapnya.

Dia menjelaskan para penumpang yang berasal dari Jakarta, Bandung dimana warga Subang yang kembali ke Subang akan di lakukan pengecekan suhu panas.

“Jika ada suspect akan lansgung di tangani oleh dokter, jika tidak maka dipersilahkan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Supir Bus PO Kramat Jati Agus (44) mengatakan seharusnya para penumpang segera dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Apalagi, di berbagai wilayah sudah banyak yang suspect korona, maka dari itu harus segera dilakukan. “Kita kan gak pernah tau membawa penunpang yang seperti apa,” singkatnya.(idr/ygo/sep)