Targetkan Zero Covid-19 Pasca PSBB, Kecamatan Zona Merah Dijaga Dua Kali Lipat

SOSIALISASI PSBB: Bupati Subang, Ruhimat membagikan masker gratis ke pengguna jalan sekaligus sosialisasi PSBB di depan masjid Agung Subang, Selasa (5/5). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Bupati Subang menargetkan zero kasus positif Covid-19 selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB akan mulai diterapkan hari ini 6 Mei hingga 19 Mei 2019.

“Target setelah selesai PSBB zero Covid-19 di Subang,” ungkapnya usai melaksanakan apel gabungan launching PSBB di lapang Alun-alun Subang, Selasa (5/5).

Saat ini masih ada pasien positif yang dirawat, kata Bupati, dalam dua minggu ke depan saat PSBB mereka sembuh sehingga pasien positif Covid-19 menjadi nol. Seperti diketahui di Subang ada 19 kasus positif. Terdiri dari 3 orang sembuh, 2 meninggal, 8 orang dirawat di RSUD dan 6 orang isolasi mandiri.

Mengenai PSBB yang akan digelar, Bupati Subang menyebut sudah memastikan kesiapannya. “Insyaallah Kabupaten Subang siap melaksanakan pembatasan sosial berskala besar di seluruh wilayah kabupaten Subang dari 6 – 19 Mei 2020,” ungkap Bupati Subang.

Dia menjelaskan, pemberlakuan PSBB berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 36 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dalam penanggulangan Covid-19 di wilayah provinsi Jawa Barat. Kemudian keputusan Gubernur tentang pemberlakuan pembatasan sosial dan skala besar di wilayah provinsi Jawa Barat dalam rangka percepatan penanggulangan korona.

“Tujuan PSBB, membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan atau barang dalam menekan penyebaran Covid-19. Meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19 dan menangani dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Covid- 19,” katanya.

Kang Jimat menjelaskan, memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten atau pun di kota yang melaksanakan PSBB menunjukkan penurunan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. “Sehingga hal tersebut menjadi dasar mengapa di seluruh wilayah Jawa Barat termasuk di Kabupaten Subang melakukan pemberlakuan PSBB ini,” jelasnya.

Terdapatnya beberapa kecamatan yang masuk dalam zona merah di Kabupaten Subang seperti Kecamatan Cipeundeuy, Ciasem, Subang, dan Kasomalang membuat Bupati Subang, H. Ruhimat mengintruksikan aparatur setempat untuk lebih memperketat pengawasan pergerakan masyarakat, terlebih selama PSBB berlangsung.

H. Ruhimat berharap dengan diberlakukannya PSBB di tingkat Jawa Barat, termasuk di Subang bisa menekan kasus positif covid 19. “Untuk kecamatan-kecamatan zona merah saya intruksikan agar aparat setempat dua kali lipat memperketat pergerakan masyarakat, dengan harapan tentu bisa menekan penyebaran covid 19,” jelasnya.

Dia juga mebyampaikan bahwa di tengah wabah Covid-19, pelaksanaan pemerintahan harus tetap berjalan salah satunya dengan pencegahan Covid-19 melalui upaya bersama di antaranya berlangsungnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tersebut. Selain itu, dia juga bersama jajarannya telah menyiapkan pedoman apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh masyarajatbselama PSBB, yang secara langsung akan dia sosialisasikan pada hari pertama pelaksanaan PSBB.

“Salah satunya tidak boleh boncengan dengan sepeda motor kecuali dengan pasangan serumah, begitupun yang menggunakan mobil, pedagang juga, selain penjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako, itu tidak boleh beroprasi, lengkapnya besok ada panduan akan kami sosialisasikan langsung,” jelasnya lagi.

Bupati Subang, H. Ruhimat juga kembali meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk meningkatkan kewaspadaan apalagi jika ditemukan masyarakat yang masih membandel, datang dari Kabupaten ataupun Kota Zona Merah. Kewaspadaan itu juga kata Bupati, harus dilakukan hingga ke perkampungan dengan melibatkan peran aktif RT/RW.

Disinggung mengenai anggaran, Bupati menyebutkan anggaran untuk PSBB untuk tahap awal sebesar Rp3,4 miliar. Sebelumnya, Pemda Subang untuk penanganan bidang kesehatan sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp11,3 miliar untuk Dinas Kesehatan dan RSUD Subang.

Sementara itu diungkapkan Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani bahwa dalam pemberlakuan PSBB tersebut bersamaan dengan adanya peraturan larangan mudik.
Di dalam teknisnya, bagi kendaraan roda empat wajib menunjukan KTP-nya. Apabila dalam keterangannya tidak ada terlalu berarti. Maka ia dipaksa putar balik, berlaku baik bagi yang mau masuk maupun keluar Subang.

“Untuk tindak tegasnya, kami mengeluarkan blanko teguran atau peringatan yang wajib dibawa oleh yang bebersangkutan. Banko itu kami siapkan di 14 check point yang berada di perbatasan Subang,” jelasnya.

Sementara itu, untuk personel gabungan yang diterjunkan selama PSBB ini sebanyak 1.516 orang. “Semuanya akan berjaga 24 Jam. Saya mengimbau agar masyarakat dapat mematuhi aturan pemerintah untuk mencegah penularan korona. Kita tentunya berharap adanya pemberlakuan PSBB tersebut Subang dapat zero Covic-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Dikdik Solihin menjelaskan, petugas gabungan nantinya tidak hanya berada di chek point yang sudah ditentukan. Ada juga petugas yang mobile untuk memastikan PSBB sesuai dengan harapan. “Setiap cek point itu ada sekitar 37 orang yang bertugas,” ujarnya.

Adapun 14 check point dalam pemberlakuan PSBB di Subang ini antara lain Ciater, Serang panjang, Tanjungsiang, Cibogo, Cipunagara, Pusakajaya, Cilamaya, Blanakan, Sukahaji, Ciasem, Patokbeusi, Balebandung-Pabuaran, Cipeundeuy, dan Compreng dan titik tol gate Cipali.

Sementara itu, usai apel gabungan, Bupati Subang H Ruhimat didampingi Wakil Bupati Agus Masyur Rosyadi penyerahan APD secara simbolis ke petugas Puskesmas kemudian membagikan ratusan masker bagi pengguna jalan di depan mesjid Agung Al-Musabaqah Subang.(ysp/vry)