Tekan Angka Lakalantas, Polsek Pusakanagara Upayakan Tutup U Turn

PUTARAN JALAN: Tekan angka lakalantas, Polsek Pusakanagara tengah berupaya menutup sejumlah putaran arah/jalan yang berada di sepanjang Jalu Pantura Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA– Kapolsek Pusakanagara Kompol Syahidin, berencana dan bermohon penutupan putaran jalan atau U Turn, di Jalur Pantura Pusakanagara segera dilaksanakan. Hal itu dilakukan guna menurunkan angka kecelakaan di jalur tersebut.

Kepada Pasundan Ekspres, Kompol Syahidin mengatakan, saat ini Jalur Pantura Pusakanagara yang membentang sepanjang 10,5 KM yang melewati 5 Desa di Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya, dipandang terlalu banyak putaran jalan atau U turn.

“Kalau ditotal, Jalur Pantura yang masuk wilayah hukum Polsek Pusakanagara ada 77 putaran jalan. Cukup beresiko dan rentan lakalantas,” kata Kompol Syahidin.

Menurutnya, dari jumlah tersebut, sesuai aturan yang berlaku serta program kerja, dan program kegiatan Polsek Pusakanagara Tahun 2018 ditambah data laka lantas, di wilayah Polsek Pusakanagara Tahun 2017-2018, ia mengusulkan agar sebagian putaran jalan tersebut ditutup menjadi hanya 20 putaran jalan.

“Kita coba ajukan dari jumlah tersebut yang dibuka hanya 20. Ini sebagai upaya tekan angka lakalantas,” ucapnya.

Ia menambahkan, permohonan penutupan tersebut, telah ia sampaikan pada PPK II Pelaksana Jalan Wilayah II Prov Jawa Barat, yang lokasinya di Indramayu dan berada dibawah BBPJN VI Jakarta.

“Kita sudah ajukan surat tiga kali, sejak Oktober 2017, April 2018, ke sana, karena jalan ini kan Jalan Nasional. Kita layangkan surat ke dinas bersangkutan,” ucapnya.

Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut, mengenai permohonan penutupan putaran jalan tersebut. Padahal menurutnya, dulu, instansi terkait tersebut, juga sudah dipanggil dan datang ke Polsek Pusakanagara.

“Hingga kini surat permohonan itu, belum dikabulkan. Padahal sudah datang juga dulu, disuratpun kita lampirkan gambar serta lokasinya dimana aja, sudah juga,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap, permohonan penutupan putaran jalan di Jalur Pantura Pusakanagara, bisa segera dilakukan. “Sebab putaran jalan terbilang banyak sekali, diadepan saja yang dekat ada 3, depan puskesmas, Polsek, sebelah sana juga ada, padahal berdekatan,” ucapnya.

Jika merujuk realita dilapangan, banyaknya putaran jalan di Jalur Pantura Pusakanagara memang perlu menjadi perhatian. Sebab selain banyak dan lokasinya kadang berdekatan, banyaknya putaran juga bisa jadi salah satu pemicu angka kecelakaan.

Misalnya, Senin lalu (24/9) sebuah Mobil APV yang hilang kendali dari Jalur Jakarta arah Cirebon hilang kendali dan banting setir hingga masuk ke jalur berlawanan Cirebon menuju Jakarta. Dalam kejadian tersebut mobil APV menambrak 4 pemotor dan mengakibatkan 1 orang meninggal serta 3 lainnya mengalami luka berat.(ygi/dan)