Tekan HIV/AIDS Dinkes Bentuk WAPA

PENYULUHAN: Warga dan perangkat Desa Bojong Tengah saat diberikan materi mengenai WAPA di AUla Desa Bojong Tengah. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKAJAYA-Demi menanggulangi dan mencegah semakin banyak warga Subang yang terkena HIV/AIDS, Dinas Kesehatan terus melakukan pelatihan dan pembentukan Warga Peduli Aids (WAPA) di desa-desa se-Kabupaten Subang.

Kali ini, pembentukan WAPA dilakukan pada warga Desa Bojong Tengah Kecamatan Pusakajaya. Kegiatan sendiri dilakukan pada 26-27 Februari.

Program Manager Infeksi Menular Seksual (IMS) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Suwata mengatakan, WAPA merupakan program prioritas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sesuai Pepres No 124 tahun 2016 tentang Perubahan atas peraturan presiden nomor 75 tahun 2006 Tentang Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

“Kenapa jadi prioritas? Karena yang melakukan dan yang terdampak itu masyarakat, resiko penularan terhadap HIV juga masyarakat, hotspot juga ada di masyarakat” kata Suwata saat diwawancarai Pasundan Ekspres.

Sehingga kata Suwata, WAPA adalah bagian dari membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Permasalahan HIV itu tidak semata-mata penyakit, tapi ini permasalahan perilaku yang bisa menimbulkan penyakit,” ucapnya.

Suwata menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menargetkan pada 2024 mendatang seluruh desa yang ada di Kabupaten Subang memiliki WAPA. Sebab hal itu merupakan komitmen kinerja Bupati dan Wakil Bupati Subang terhadap Presiden seperti yang tertuang dalam Perpres serta pencegahan dan penanggulan penyakit tersebut di wilayah Subang.

Suwata menyebut, edukasi pada masyarakat terkait penularan HIV/AIDS menjadi sangat penting. Sebab, selama ini masyarakat ditingkat desa juga banyak yang mengakses tempat-tempat yang rawan penyebaran penyakit tersebut.

“Melalui program WAPA ini ada banyak hal yang bisa dilakukan, selain edukasi ada juga advokasi, advokasi ini bisa dalam hal WAPA ini terjun merumuskan rencana pembangunan dalam bidang kesehatan bersama dengan Pemdes,” jelasnya.

Sebab, kehadiran WAPA di desa-desa selain bisa menjadi fasilitaor dalam pecegahan dan penanggulangan HIV AIDS, bisa juga jadi pendeteksi dini penderita HIV/AIDS dan mendorong penderita tersebut untuk melakukan pengobatan.

“Untuk mendeteksi penyakit ini susah, karena jarang ada yang mengaku, WAPA ini bisa mendeteksi dini dan mendorong penderita penyakit untuk berobat kedepannya,” imbuhnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sejak tahun 2018 telah membentuk 17 WAPA serta pada tahun 2019 ini, ditargetkan akan terbentuk 40 WAPA. Hingga pada tahun 2024 mendatang seluruh desa yang ada di Kabupaten Subang telah berdiri WAPA untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Saat ini per Desember 2018 data penderita penyakit HIV AIDS di Kabupaten Subang mencapai 2006 orang.(ygi/dan)