Telusuri Jejak Kakek, Jacqueline Eva Purslow Kunjungi Rumah Sejarah Kalijati

WISATA SEJARAH: Warga Australia cucu dari Tentara Inggris yang hilang, pada saat perang perebutan Pangkalan Kalijati antara Jepang dan Belanda pada Tahun 1942. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Teteskan Air Mata dan Letakan Buket Bunga

Warga Australia Jacqueline Eva Purslow berwisata sejarah di Lanud Suryadarma dan meletakan buket bunga di Kalijati Subang, Selasa (24/9). Jacqueline merupakan cucu dari Tentara Inggris GNR Joshua Tart, yang hilang pada saat perang perebutan Pangkalan Kalijati antara Jepang dan Belanda pada Tahun 1942. GNR Joshua Tart diduga tewas pada tanggal 1 Maret 1942, ketika Jepang menyerang Belanda di Kalijati.

—————————–

Rombongan diterima langsung oleh Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, diruang lobby Lanud Suryadarma.

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat dan menelusuri kejadian masa lalu dengan mengunjungi rumah sejarah. Tempat dimana Belanda menandatangani surat perjanjian menyerahkan kekuasaan tanpa syarat kepada Jepang dan dilanjutkan.

Jacqueline meletakan bunga di dekat pintu gerbang Barat Laut Lanud Suryadarma. Setelah melaksanakan peletakan bunga dilanjutkan mengunjungi Wing 8 Lanud Suryadarma, dan diakhiri melihat Hanggar C tempat dimana di pesawat tempur Belanda dioperasikan pada saat itu. Seluruh rangkaian kunjungan dari warga Australia didampingi langsung Danlanud Suryadarma.

“Selamat datang di Lanud Suryadarma Kalijati. Silakan melihat, serta merasakan situasi yang ada sekarang. Kami sudah berusaha merawat dan menjaga beberapa peninggalan Belanda pada zaman dulu. Kami berharap, semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan dapat menambah pengetahuan pada saudara,” ujar Marsma TNI I Wayan yang merupakan alumni AAU 89 ini saat memberikan penjelasan di Hanggar C.

“Rumah Sejarah ini masih asli dan akan direvitalisasi tahun depan oleh Pemda Subang. Dikesempatan ini, saya berharap secepatnya diselesaikan proses revitalisasi rumah sejarah yang ada di Lanud Suryadarma, sehingga warisan budaya ini dapat terus kita pelihara. Harapannya, menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negeri dapat berkunjung ke Subang,” kata Danlanud saat memberikan penjelasan kepada cucu dari GNR Joshua Tart.

Lebih lanjut Komandan Lanud Suryadarma menjelaskan, di Lanud Suryadarma ini terdapat salah satu Heritage yaitu rumah sejarah yang merupakan obyek bernilai sejarah tinggi Bangsa Indonesia. Ditempat ini, pada Tanggal 8 Maret 1942 telah dilaksanakan penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang, yang ditandai dengan penandatanganan naskah penyerahan tanpa syarat kekuasaan Belanda kepada Jepang.

Sementara itu, JaQueline Eva Purslow cucu dari Joshua Tart Tentara Inggris yang tewas pada Tanggal 1 Maret 1942, saat penyerangan Jepang ke Belanda di Kalijati merasa bangga dan terharu. Bahkan meneteskan air matanya mengingat perjungan kakeknya pada saat itu. “Berjalan ke arah Barat Laut (area Kompi C Paskhas sekarang) dan merasakan bahwa ada hawa yang ia yakini Kakeknya tewas diseputar tempat itu. Eva berlutut meletakan karangan bunga dan berdoa. Ditemani oleh bapaknya Michael Alexander Pobjoy, semoga mereka memperoleh kedamaian yang abadi,” ini diungkapkan oleh Letkol James Robert Ansis Svede sebagai penerjemah dari keluarga Joshua Tart yang saat ini ditugaskan menjadi perwira penuntun di Seskoau.

Kunjungan keluarga Joshua Tart ini yang pertama kali ke Lanud Suryadarma. Setelah melaksanakan bincang-bincang, dilanjutkan dengan pemberian cintramata oleh Danlanud Suryadarma berupa buku. Dimana didalamnya menceritakan tentang awal mula berdirinya Lanud Kalijati yang berada di Subang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Danlanud Suryadarama di dampingi Danwing 8 Kolonel Pnb Taufik Arasj, S.Sos, Kadispers Sdm Letkol Pnb Tarmuji Hadi Susanto Kepala Penerangan Gerardus Maliti, S.Sos,M.Si dan Kaintelpam Sdm.(idr/vry)