Terlambat, Bantuan Provinsi Diminta Segera Didistribusikan

Bantuan Provinsi
KUNJUNGAN: Sekretaris Satpol PP Jawa Barat, Khoirul Naim saat lawatanya ke Kantor Pasundan Ekspres yang diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Lukman Nurhakim, Kamis (23/7). YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Satpol PP Jawa Barat selaku Tim LO Bansos Jabar akan memonitoring dan mengawal pendistribusian Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar tahap 2 di Kabupaten Subang. Pasalnya, progres pendistribusian bansos dampak pandemi Covid-19 itu, masih berkutat di angka 15-20 persen.

Sekertaris Satpol PP Jawa Barat, Khoirul Naim yang juga Tim LO monitoring bansos Jawa Barat untuk Kabupaten Subang meminta agar mempercepat pendistribusian Banprov. Lantaran pendistribusian Banprov di daerah lain sudah mencapai 70 persen, bahkan sudah ada yang selesai.

“Kami merupakan bagian dari Gugus Tugas Provinsi dari Divisi Pengamanan dan Penanganan, yang bertugas memonitoring pendistribusian bansos ini,” kata Khoirul saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pasundan Ekspres, Kamis (23/7).

Baca Juga: Masa Percobaan PSBB Tiga Hari, Bantuan Provinsi Sudah Ada di Bulog

Dia menyebut Kabupaten Subang termasuk yang sangat lambat dalam pendistribusian Banprov tahap 2. Padahal, seharusnya ada solusi yang baik sehingga pendistribusian cepat disalurkan. “Jika ada permasalahan di desa-desa, seharusnya segera didiskusikan untuk mencari solusi yang terbaik. Sehingga pendistribusian tidak terhambat dan terlambat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memonitoring keluarga penerima manfaat (KPM) Banprov tahap 2. Ia berharap agar pendistribusian bisa selesai sebelum target yang sudah ditetapkan. “Target penyaluran Banprov selama 15 hari, terhitung dari hari pertama disalurkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan masyarakat diminta lebih mandiri dan tidak bergantung terus pada bantuan pemerintah. “Saya meminta agar pendistribusian Banprov di semua Kabupaten /Kota Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Subang agar pendistribusiannya bisa tepat waktu dan harus mencapai 100 persen dari jumlah penerima,” ujarnya.(ygo/sep)