Terpilih jadi Ketua DPD APKLI, Oche Siap Minimalisir Bank Emok

PELANTIKAN: Pengurus DPD APKLI Kabupaten Subang periode 2020-2025, mengikuti prosesi pelantikan dan pengukuhan. YUGO EROSPI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Oche Mulya Darmawan dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Subang periode 2020-2025. Acara pelantikan berlangsung di Jalan Ranggawulung Subang, Kamis (23/1).
“Hari ini (kemarin-red) saya di lantik dan dikukuhkan menjadi ketua DPD APKLI Kabupaten Subang untuk 5 tahun kedepan,” kata Oche.

Dia menyebut APKLI Subang sudah terbentuk sejak tahun 2017, namun mengalami kevakuman sehingga di tahun 2020 ini diakukan dan dikukuhkan kembali. “Jumlah para pedagang kaki lima dan pedagang lainnya mencapai ribuan jumlahnya di kabupaten Subang,” ujarnya.

Untuk 5 tahun kedepan, pihaknya memiliki program Umroh, kredit kendaraan, warung gemergah, dan pemberian kredit dengan bunga rendah bagi pedagang kecil, sehingga bisa meminimalsir keberadaan bank emok. “Kedepannya, kita akan menggelar 4 program salah satunya pemberian bantuan modal untuk pedagang kecil dengan bunga rendah yang berkerjasama dengan salah satu perbankan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan pedagang yang mengajukan pemberian modal pinjaman kredit tersebut sudah banyak yakni sekitar 1000 pedagang sejak tahun 2017. “Kami mempersilahkan para pedagang yang mau mengajukan pinjaman modal,” ucapnya.
Ia pun meminta Bupati Subang agar membuatkan sentra pedagang kaki lima di Kabupaten Subang. Hal itu agar bisa di fasilitasi sehingga para pedagang kaki lima lebih tertata dan lebih rapih “Kami sudah ajukan kepada Bupati Subang agar disiapkan sentra untuk para pedagang kaki lima di Subang,” ujarnya.

Sekertaris Jendral DPD APKLI Kabupaten Subang, Rulli Chaerul Spd mengatakan kepengurusan APKLI Kabupaten Subang akan melakukan adanya penguatan sumbrdaya manusia (SDM). Selain itu juga akan melakukan konsolidasi para pedagang yang tersebar di desa-desa dan kecamatan di Subang.”Kita akan lakukan penguatan hingga ke kecamatan dan desa, karena targetnya akan ada 16.600 pengurus,” ujarnya.(ygo/sep)