Teten Masduki : Koperasi Perlu Penguatan

YOGI MIFTAHUL FAHMIO/PASUNDAN EKSPRES KUNJUNGAN: Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki didampingi Pemilik CV Fiona Benih Mandiri sekaligus Pengurus Koperasi Tabur Benih Melati saat meninjau lokasi Gudang di Pabrik yang berada di Desa Bojongtengah Kecamatan Pusakajaya.

SUBANG-Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja diwilayah Subang. Menteri Teten mengunjungi tiga titik lokasi dalam rangka penguatan ekonomi dan kelembagaan Koperasi produsen di Kabupaten Subang, diantaranya meliputi bidang pembibitan ayam petelur, nanas dan pisang serta benih padi.

Di Kecamatan Pusakajaya, Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki menyebut, Subang memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan koperasi dari sektor produksi. Apalagi saat ini, Kementerian juga menilai Subang menjadi prioritas untuk penguatan Koperasi dan UMKM. “Subang ini memiliki beberapa Koperasi yang skalanya cukup besar, termasuk dalam hal produksi benih padi,” kata Menteri Teten Masduki saat di wawancara Pasundan Ekspres di Pabrik Benih Padi Koperasi Tabur Benih Melati di Desa Bojongtengah Kecamatan Pusakajaya.

Menteri Teten juga menyampaikan, nantinya akan ada konsolidasi bersama petani yang kecil atau kategori perorangan. “Insyaallah akan kita konsolidasikan ke dalam kelembagaan koperasi dan skala ekonomi yang lebih besar lagi. Tadi di Serangpanjang kita sudah bahas mengenai Koperasi Produsen DOC FS (produksi bibit ayam petelur) disini, Benih padi termasuk Subang juga memiliki potensi terkait pengembangan nanas dan pisang. Kita akan kuatkan dan maksimalkan melalui koperasi dan UMKM,” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) H. Dadang Kurnianudin mengatakan kedatangan Menteri Koperasi dan UMKM ke Subang untuk mendorong pengembangan kapasitas Koperasi dan UMKM di Subang dalam berbabagi bidang dan sektor. Termasuk diantaranya, pendampingan terkait dengan penggunaan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas hasil produksi maupun penguatan kelembagaan ekonomi yang lebih luas. “Hari ini Pak Menteri ada kunjungan ke tiga lokasi, pertama diantaranya terkait dengan peresmian koperasi pengembangan bibit ayam petelur serta disini terkait dengan produksi benih padi,” jelas Dadang.

Tingkatkan Kualitas Produksi

Ia juga menambahkan, kedepan akan ada pendampingan teknologi tepat guna dari LIPI sesuai dengan arahan dari Menristek terkait dengan pengembangan hasil dari koperasi dan UMKM yang ada di Kabupaten Subang. “Insyaallah nanti LIPI Subang juga akan diperbaharui dan kedepan penggunaan teknologi tepat guna ini mudah-mudahan akan membantu meningkatkan kualitas hasil produksi dari hasil-hasil koperasi dan UMKM,” jelasnya.

Selain itu, satu hal yang tak kalah penting, Kemenkop dan UMKM juga akan memfasilitasi factory sharing bagi para petani dan UMKM serta dana bergulir yang bisa digunakan untuk menambah daya saing. “Jadi, koperasi-koperasi dan UMKM ini bisa dikonsolidasikan dan dihimpun untuk menjadi sebuah Lembaga ekonomi yang kuat. Kalau head to head langsung dengan perusahaan, akan ada kendala, tapi kalua dihimpun dengan beberapa koperasi dan masuk ke industry hulu itu Insyaallah mampu bersaing,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus Koperasi Tabur Benih Melati Ir. H. Khoirul Anamsyah berterimakasih atas kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM ke lokasi Koperasi TBM di Pusakajaya. Ia menambahkan, dalam perbincangan dengan Menteri, Koperasi TBM akan lebih diperkuat untuk semakin maju dan berkembang dalam kegiatan pertanian benih padi. “Jadi ada penguatan koperasi untuk terus bisa mensupply dan menghasilkan bibit padi yang berkualitas, kemudian disalurkan ke perusahaan dan masuk industry yang lebih luas lagi,” tutur H. Anam.(ygi/sep)