Tiga ASN di Subang Meninggal Terpapar Covid- 19

Para ahli menemuka mutasi varian baru Corona yang pertama kali ditemukan di Inggris.

SUBANG-Sedikitnya tiga orang yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Subang meninggal dunia dengan status positif Covid-19, dengan penyakit penyerta. Dinas Kesehatan Subang minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr, Meity mengatakan, beberapa ASN yang meninggal dunia dengan penyakit penyerta dan status Covid-19, menjadi warning bagi para ASN di Kabupaten Subang, agar terus dan harus menjaga protokol kesehatan. Penularan atar terpapar bisa saja terjadi, jika tidak menerapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan). “Kekhawatiran pasti ada, apalagi ASN yang menjadi korban,” katanya.

Dr Meity tidak bosan-bosannya mengimbau kepada para ASN dan masyarakat agar tetap menerapkan prokes melalui bidang promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kabu- paten Subang. Namun kesadaran menerapkan 3M berasal dari diri masing-masing. “Sudah kita imbau terus, yang harus sadar terhadap 3M kembali lagi ke diri masing-masing,” ungkapnya Kepala Kesbangpol Kabupaten Subang Udin Jazudin mengatakan, pe- gawainya meninggal dunia dan sempat dirawat di Rumah Sakit. Maka dari itu untuk sementara memang pihaknya memberlakukan Work From Home (WFH), agar pemaparan tidak meluas.

“Kita berlakukan WFH dan mengatur piket kantor dalam pelayanan di kantor,” ujarnya.

Plt Direktur RSUD Kelas B Subang dr Nasuhi mengatakan, pihaknya sudah terang-terangan meminta kepada para pengunjung pasien bahkan memberlakukan penutupan sementara poliklinik di RSUD Kelas B Subang, untuk meminmalisir adanya pemaparan.

Sebab, beberapa waktu yang lalu ada beberapa perawat dan juga pegawai RSUD Kelas B Subang yang terpapar Covid-19. Diduga terpa- par dari orang luar atau pasien dan juga orang di luar RSUD. “Ini sangat miris. Bahkan jika dilihat angka kematian pasien di RSUD Kelas B Subang cukup fantastis di tahun 2020 ini. Pasien berstatus positif ada sebanyak 46 orang,” katanya.

Warga Subang Zuklifli (44) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Subang harus tegas dalam menerapkan prokes kepada masyarakat. Jika perlu diberikan sanksi . “ Harus tegas. Kami yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit khawatir terpapar,” katanya.(ygo/vry)