Tiga Fasilitas Gagal Dibangun, Situ Citapen dan Situ Saradan jadi Pusat Pelatihan Dayung

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang, Asep rohman Dimyati.

SUBANG-Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang, Asep rohman Dimyati (ARD) berkomitmen, menjadikan Kabupaten Subang menjadi tuan rumah terbaik di ajang Porda 2022. Hal tersebut disampaikan pada Pasundan Ekspres, beberapa waktu lalu.

“Meski Porda 2022 ini event tingkat Jawa Barat, di Subang kemeriahannya akan seperti olimpiade, saya sudah sampaikan ke KONI Jabar,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ARD juga mengungkapkan tentang perkembangan terbaru venue olahraga dayung, yang menurutnya sudah ditentukan di Situ Saradan Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden.

Dia pun berharap agar segera mungkin bisa bersinergi dengan beberapa pihak terkait untuk bisa menormalisasai situ tersebut. “Harus segera dilakukan pengerukan, KONI Jabar meminta pada 2021 semua venue sudah harus siap,” tambahnya.

ARD juga buka suara terkait sarana olahraga di Kabupaten Subang. “Seharusnya, tahun ini ada sekitar tiga fasilitas olahraga di Subang yang dibangun, hanya saja karena pandemi Covid-19 pembangunan tersebut belum bisa terealisasi. Ada tiga yang tertunda, stadion sepak bola, kolam renang aquatic, dan lapangan atletik,” tambahnya lagi.

Dia berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera mereda, dan bisa kembali pada rencana-rencana yang masih tertunda untuk segera direalisasikan.

Sebelumnya Cabang Olahraga Dayung berencana melakukan pemusatan pelatihan bagi para atletnya di Situ Citapen yang berada di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Subang.

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Subang, H. Asep Muso, Situ Citapen dinilai tepat untuk dijadikan tempat latihan dayung. Selain masih tertata dengan rapih, menurut Asep akses situ Citapen juga tidak sulit karena dekat dengan jalan raya. “Kita bakal segera koordinasikan dengan pemerintah setempat dan pihak terkait soal izin penggunaan tempat latihan atlet dayung tersebut. Pokoknya segera,” ujar H. Asep Muso

H. Asep mengungkapkan, sebenarnya rencana pemusatan latihan dayung di Situ Citapen sudah bergulir dari beberapa tahun yang lalu. Ia bahkan sudah mengecek langsung kondisi Situ Citapen dan menyampaikan rencana tersebut ke lingkungan setempat, hanya memang hingga saat ini belum terealisasi.

Menjelang Porprov 2022 mendatang, Ia mengaku tidak akan berlebihan atau muluk-muluk untuk meraih medali emas. Namun ia akan berupaya sebaik mungkin untuk melahirkan atlet-atlet dayung terbaik bagi Kabupaten Subang.

“Untuk melahirkan atlet terbaik dayung itu kita bakal tarik lagi atlet nasional putri Subang, yaitu Yayah Rokayah yang bulan Desember 2019 lalu berhasil meraih medali emas di SEA Games 2019 Filipina untuk fokus menjadi pelatih di Subang,” paparnya.

Kadisparpora Subang, Asep Setia Permana mendukung rencana Cabang olahraga Dayung melakukan pemusatan pelatihan bagi para atletnya di Situ Citapen yang berada di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Subang. “Baguslah saya sangat mendukung rencana pemusatan latihan para atlet dayung apalagi untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2022 nanti,” ungkap Asep.

Senada dengan Asep Muso, menurutnya, Situ Citapen secara lokasi memang cocok untuk dijadikan tempat latihan dayung, karena kondisinya saat ini masih terawat dan dekat dengan jalan utama Purwadadi.

“Cuma kalau untuk vanue pertandingan Porprov 2022 belum memadai. Karena kita (Subang) jadi tuan rumah Porda untuk Cabor dayung kita cari lokasi lain. Kita pikirkan itu,” ujarnya.

Pemerintahan setempat, yang diwakili oleh Camat Purwadadi, Dadang Darmawan, juga sangat menyambut baik rencana pemusatan pelatihan bagi para atlet dayung di Situ Citapen. “Semoga adanya pemusatan pelatihan bagi para atletnya di Situ Citapen bisa melahirkan bibit-bibit atlet berbakat dayung di Purwadadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Situ Citapen saat ini berfungsi sebagai tempat penampungan air, pada saat-saat tertentu air yang tertampung di sana dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di daerah sekitar.

Jika kita melintas Situ Citapen sejauh mata memandang akan langsung dimanjakan oleh air danau yang jernih kehijauan, seseorang kadang juga menmanfaatkannya untuk memancing, atau sekedar duduk-duduk bersantai, disepanjang area situ juga banyak para pedagang yang menjual aneka makanan dan minuman seperti es kelapa muda, baksi, mie ayam, siomay, dan aneka jajanan lainnya.(idr/vry)

Tiga Fasilitas Olahraga yang Tertunda Pembangunannya

  1. Stadion Sepak Bola
  2. Kolam Renang Aquatic
  3. Lapangan Atletik