Tingkatkan Minat Baca, Diskusi di Ruang Publik

BEDAH BUKU: Komunitas Ngampar Emperan berdiskusi bedah buku Kerikil Harapan karya penulis Subang, Teguh Deni Aljabar. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Bidang Peningkatan Minat Baca Disarpus Kabupaten Subang, bersama komunitas Ngampar Emperan menggelar gerakan literasi, di Gazeboo Alun-alun Subang, Sabtu (24/8). Salah satunya dengan membedah satu buah buku karya penulis Subang, Teguh Deni Aljabar, yang berjudul Kerikil Harapan.

Cahyadi Anwar sebagai penyelenggara menjelaskan kepada Pasundan Ekspres bahwa kegiatan tersebut bagian dari agenda Kolecer (Kotak Literasi), atau perpustakaan jalan yang merupakan sebuah inovasi perpustakaan mini yang diletakan di jalur-jalur pejalan kaki.

“Kebetulan saya didaulat menjadi pengelola Kolecer Kabupaten Subang, menurut rencana kotak Kolecer ini dapat memuat 80 buku juga akan hadir di 600 titik di Jabar. Buku berasal dari instansi yayasan atau masyarakat yang ingin menyumbangkan bukunya. Namun saat ini baru 1 kotak, satu kabupaten. Untuk di Kabupaten Subang, kotak Kolecer terdapat di sekitar teras Mesjid Agung Al Musabaqoh, alun-alun Subang,” jelasnya.

Dia juga menambahkan jika kotak Kolecer di Kabupaten Subang awalnya diberikan aset buku oleh Pemprov Jabar sebanyak 80 buku. Seiring banyaknya donasi dari masyarakat maupun instansi, sampai saat ini koleksi buku Kolecer Subang bertambah menjadi sekitar 135 buah.

Disinggung tentang aktivitas literasi di Subang, Cahyadi menilai aktivitas literasi di Kabupaten Subang masih menjadi barang langka, yang hanya dilakukan oleh komunitas atau orang-orang tertentu saja, alias belum memasyarakat.

“Ya kita harus jujur melihat bahwa memang kegiatan literasi di Subang masih sepi peminat, makanya kami coba adakan kegiatan di ruang publik semacam bedah buku ini. Sebenarnya salah satunya tujuannya untuk menjaring minat masyarakat luas terhadap aktivitas literasi itu sendiri,” tambah Cahyadi.

Dia berharap ada upaya seurius dari Pemda Subang, untuk memasyarakatkan aktivitas literasi tersebut, apalagi setelah diembannya predikat Bunda Literasi oleh Ibu Bupati, Hj.Yoyo Ruhimat.

Namun Cahyadi menyayangkan predikat Bunda Literasi belum berdampak apapun pada peningkatan aktivitas literasi di Subang. Pasalnya, belum banyak yang dilakukan oleh Hj.Yoyo Ruhimat sebagai Bunda Literasi di Kabupaten Subang.

Sementara itu, penulis asal Pantura Subang, Deni Teguh Aljabar mengapresiasi apa yang dilakukan oleh bidang peningkatan minat baca Disarpus Kabupaten Subang. Hal ini menjadi pemicu untuk dirinya pribadi agar lebih produktif dalam menulis.

“Aktivitas literasi hari ini setidaknya bisa menstimulus siapapun untuk membaca, atau bahkan menulis buku,” ungkapnya.

Gerakan literasi di Provinsi Jawa Barat selain Kolecer juga ada Candil (Maca Dina Digital Library) yang merupakan aplikasi resmi e-library milik Pemprov Jabar, untuk memudahkan masyarakat dalam membaca buku di mana pun dan kapan pun. Pengarang buku berasal dari seluruh Indonesia, tahap pertama 500 judul e-book, dapat di unduh di app store dan google play. (idr/sep)