Tinjau Kesiapan Industri Propelan, Tim KKIP Kunjungi Pusat Bahan Berenergi Tinggi Dahana

Dahana
DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES KUNJUNGAN: Direktur Utama PT. DAHANA (Persero) Budi Antono saat menyambut kunjungan Tim Komite Kebijakan Industeri Pertahanan (KKIP) di Subang, Kamis (14/1).

SUBANG-Dalam rangka meninjau kesiapan industri propelan guna mendukung kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) mengunjungi kawasan Energetic Material Center PT DAHANA (Persero) di Subang, Jawa barat pada Kamis, (14/1).

Rombongan berjumlah 9 orang diterima langsung oleh Direktur Utama DAHANA Budi Antono didampingi oleh Direktur Teknologi & Pengembangan DAHANA Wildan Widarman.

Dalam sambutannya, Budi Antono menyampaikan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh DAHANA terkait propelan ini diantaranya pembangunan pabrik bahan baku dan fasilitas pendukung di DAHANA yang telah dibangun oleh Kemhan RI seperti Pabrik Nitrogliserin, Denitration Unit, Acid Plant ( NACSAC ) serta fasilitas pendukung Industri Propelan seperti Gardu Trafo Listrik, Water Treatment Plant, Laboratorium dan Fasilitas Uji Balistik serta Utilitas lainnya.

“Selain itu, hal ini juga didukung oleh posisi geografis DAHANA yang memiliki lahan luas, dekat dengan akses tol, bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban serta dekat sumber bahan baku pendukung,” ujar Budi.

Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A selaku ketua bidang Litbang & Standardisasi KKIP, menyampaikan dukungan KKIP terhadap program pembangunan pabrik propelan di DAHANA. Menurut Yoedhi, tim akan memberikan laporan kepada pimpinan terkait hasil peninjauan hari ini.

“Intinya kami ingin memberikan yang terbaik dan tentunya solusi-solusi terbaik agar proyek pembangunan pabrik propelan ini bisa berjalan dengan baik,” terang Yoedhi.

Propelan sendiri adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket.

Kebutuhannya di dalam negeri selama ini diimpor dari Luar Negeri, sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo. Untuk itu pembangunan Industri propelan menjadi salah satu 7 Program Unggulan Nasional guna mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan. (dan/ded)