Trayek Priok Pindah ke Pelabuhan Patimban, Namarin: Perhatikan Iklim Bisnis

Siswanto menyebut, saat ini sudah ada surat perintah dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait dengan pemindahan trayek. Sejumlah perusahaan yang rencananya memindahkan rutenya adalah Toyofuji dan Agungland.

“Ada surat perintah yang ditandatangani Capt. Mugen, yang isinya terkait perintah memindahkan trayek dari Priok ke Patimban menuju Belawan. Nah, kebetulan baru jalan di Bulan Oktober ini,” jelas Siswanto.

Namun ia berpikir, apakah pemindahan trayek tersebut merupakan bisnis real yang terjadi di lapangan dan dari sisi potensi, peluang dan keberlanjutan bisnis atau hanya sekedar perintah untuk menjalankan agar aktivitas tersebut ada. “Tentunya saya tidak ingin hal ini terjadi seperti di Bandara Kertajati. Ada perintah untuk pembukaan rute, baru satu dua kali jalan kemudian tidak ada lagi. Nah, saya tentu tidak berharap demikian terjadi di Pelabuhan Patimban,” ucapnya.

Siswanto berharap, agar proses dan aktivitas bongkar muat dan pengiriman barang termasuk kendaraan otomotif di Pelabuhan Patimban juga perlu mempertimbangkan realita bisnis yang terjadi di lapangan. “Jangan sampai dari sisi bisnis berat. Disuruh pindah ke Patimban, satu dua kali jalan, lalu setelah itu tidak ada lagi, meskipun pembangunan masih berjalan. Jadi terpenting selain dengan mengenalkan bahwa di Patimban sudah bisa beroperasi dan berkirim barang, sisi bisnis itu juga yang penting untuk dilihat termasuk iklimnya,” tegas Siswanto.(ygi/vry)