Umat Kristen Berharap Perayaan Natal Aman

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES PERSIAPAN NATAL: Sekertariat gereja Katolik Kristus sang Penabur menunjukan bangku yang di tandai pita untuk menjaga jarak.

SUBANG-Umat kristen setiap tanggal 25 Desember selalu merayakan natal, kendati natal tahun 2020 ini di tengah pandemi. Termasuk di Subang, beberapa umat kristen juga terlihat sibuk mempersiapkan perayaan natal, terlihat dari setiap gereja mereka melakukan sejumlah persiapan.

Ketua Lingkungan Gereja Katolik Kristus Sang Penabur Kabupaten Subang, Romo Sigit Sugiantoro mengatakan bahwa segala persiapan sudah dilakukan dalam rangka perayaan Natal di tengah pandemi Covid 19. “Kami berharap natal ini masih tetep berjalan dengan lancar, harus dengan penuh kebesaraan hati, menjadikan itu sebagi persiapan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan,” ungkapnya pada Pasundan Ekspres, Selasa (22/12).

Dia menyebut Gereja dalam kesempatan Natal tahun ini, terutama pada perayaan hari H membatasi jemaah. Sehingga jemaah tidak akan sebanyak perayaan natal sebelumnya. “Jemaah yang akan mengikuti Misa di Gereja jumlahnya dibatasi. Begitupun pada pelaksanaannya, jaraknya akan diatur, untuk jamaah hanya 200 orang, yang biasanya 600,” tambah Romo Sigit.

Sejak Oktober laku memang pihak gereja telah mempersiapkan perayaan natal di tengah pandemi ini, Romo Sigit mengklaim telah mengatakan kepada panitia bahwa kita harus selelu siap dengan situasi terbaru saat ini. “Kita akan tetep merayakan hari natal, walupun dengan kondisi nya sangat terbatas, dan umat juga di batasi tidak semua umat bisa ikut dalam perayaan natal,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Romo Sigit menghimbau kepada umat untuk selelu menerapkan protokol kesehatan. Hal itu agar perayaan Natal tahun ini penuh dengan berkah, bukan menjadi sarana untuk penyebaran penyakit atau virus Covid19.

“Tentu saja, gereja selelu memperhatikan penerapan protokol kesehatan, dan sudah mensosialisasikan kepada jemaah. Kami sudah mulai membatasi semua fasilitas di gereja, mulai dari kursi sampai parkiran juga kami batasi. Tidak lupa pengukur suhu tubuh, hand sanitaizer, bahkan masker kami siapkan,” ungkapnya.

Sementara Sekertariat Gereja Katolik Kristus Sang Penabur Subang, Anastasia Ismiyanti mengatakan Gereja Katolik Kristus Sang Penabur memiliki kapasitas untuk 500 orang. Karena dalam kondisi pandemi, jemaah akan dibatasi hingga untuk 200 orang. “Setiap tempat duduk diberikan tanda menjaga jarak untuk umat, dan harus memakai masker. Bagi umat yang datang dari luar kota dan hendak mengikuti misa dan natal harus melam pirkan rapid test. Karena biasanya ada sekitar 50 umat dari luar,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, konsep Natal tahun ini akan digelar dengan adat Sunda. Namun ada beberapa sesi yang tidak akan digelar, seperti acara ramah tamah. “Ya rencananya tidak akan ada acara ramah tamah, mengingat kita melakukan pengetatan protkol kesehatan,” ujarnya. Dia pun meminta aparat keamanan bisa menjaga dan meningkatkan keamanan. “Kita ingin menggelar Misa dengan kenyamanan dan keamanan,” pungkasnya. (idr/ygo/sep)