UPTD BLK Tingkatkan Kompetensi Calon Tenaga Kerja

GELOMBANG PERTAMA: UPTD BLK Subang membuka pelatihan kerja tahun 2020, untuk meningkatkan kompetensi di gelombang pertama. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang membuka pelatihan kerja tahun 2020. Ratusan orang menjadi peserta tingkatkan kompetensi di gelombang pertama. UPTD BLK tahun 2020 menyiapkan sistem aplikasi. Masyarakat Kabupaten Subang yang ingin ikut pelatihan, bisa mendaftarnya secara online dengan berbekal ponsel.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Subang Dra Aida mengatakan, pada pembukaan pelatihan kerja berbasis kompetensi tahun 2020, para peserta berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Subang. Diharapkan peserta bisa memaksimalkan pelatihan dan mengimplementasikannya ketika sudah berhasil menempuh pelatihan tersebut.

“Saya harap peserta yang bisa menempuh dan berhasil mendapatkan ilmu kompetensinya, yang terpenting bisa mengimplementasikan baik untuk bekerja ataupun berwirausaha,” ujarnya.

Pelatihan tesebut, pihaknya menginginkan UPTD BLK Kabupaten Subang agar bisa bergaining untuk MoU dengan pabrik-pabrik yang ada. Baik itu pabrik di Subang ataupun di luar Kabupaten Subang, sehingga ketika peserta mendapatkan pelatihan bisa langsung bekerja dan diserap industri. “Saya inginkan BLK terus melakukan MoU degan pabrik-pabrik, sehingga mereka bisa langsung diserap,” imbuhnya.

Kasubag Tata Usaha UPTD BLK Kabupaten Subang Ucu Kuswandi mengatakan, kegiatan pelatihan berbasis kompetensi angkatan ke-1 dalam program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas tahun 2020. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas calon tenaga kerja dan juga menciptakan dan menyediakan calon tenaga kerja yang kompeten, mandiri dan profesional.

“Ada yang berbeda di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019, yaitu di tahun ini lebih meningkatkan kompetensi dengan menambah jam pelajaran. Seperti contohnya pengelasan, pemasangan listrik, hal tersebut karena untuk mempersiapkan tenaga kerja di proyek Pelabuhan Patimban,” ujarnya.

Peserta pelatihan, Ucu memaparkan, berasal dari masyarakat Kabupaten Subang yang mencari kerja dan terdaftar di Disnakertrans Kabupaten Subang. Instruktur yang disiapkan sesuai dengan materi inti kejuruan dan instruktur materi umum. “Pelatihan kerja bukan hanya akan di gelombang pertama saja, melainkan ada gelombang-gelombang selanjutnya dan akan melibatkan sekitar 400 peserta tahun 2020,” paparnya.

Pelatihan UPTD BLK pada gelombang pertama antara lain, practical office, pengoperasian mesin bubut, menjahit pakaian dewasa, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, perawatan AC split dilaksanakan 260 jam pelajaran selama 28 hari. Kemudian pengelasan SMAW- GTAW posisi 6G dilaksanakan 420 jam pelajaran selama 46 hari dan pembuat olahan hasil pertanian 140 jam pelajaran selama 16 hari.

Hingga saat ini, Ucu menuturkan, pihaknya sudah melakukan MoU dengan tiga perusahaan dan ada empat yang sedang penjajakan. Perusahaan tersebut ada di Kabupaten Subang dan di luar Kabupaetn Subang. “Kami ingin memastikan peserta pelatihan yang sudah selesai mengikuti pelatihan, bisa langsung diterima kerja melalui MoU,” katanya.

Dalam waktu dekat, Ucu melanjutkan, pihaknya akan melakukan inovasi, dengan membuat aplikasi. Nantinya, warga Kabupaten Subang yang ingin mendapatkan pelatihan kerja bisa mendaftarkan diri secara online dengan lewat aplikasi di ponsel saja. Aplikasi bukan hanya bisa mendaftarkan pelatihan kerja saja, melainkan bisa melihat lowongan pekerjaan di perusahaan.

Bahkan bisa melihat juga tenaga-tenaga kerja juga dan bisa di-download di ponsel. “Ke depannya kita buat aplikasi tersebut, mudah-mudahan pertengahan tahun 2020 ini bisa digunakan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta Asep (24) mengaku mengikuti pelatihan tenaga kerja tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan skill-nya. Era teknologi dan mesin-mesin canggih saat ini, masyarakat harus membutuhkan tenaga kerja yang siap dan handal. “Meningkatkan kompetensi seiring dengan perkembangan zaman. Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Tidak dipungut biaya apapun, malah diberikan uang saku, makan hingga mendapatkan sertifikat,” tandasnya.(ygo/vry)