Warga Desak Pemkab Relokasi TPA Panembong

MASIH MENYALA: Kondisi TPA Panembong pasca kebakaran yang apinya masih menyala di beberapa titik. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kebakaran TPA Panembong beberapa hari lalu yang menimbulkan asap tebal, menjadi keluhan bagi pengendara yang melintas. Masyarakat mengingnkan agar rencana Pemkab Subang memindahkan TPA dipercepat. Saat ini, Pemkab Subang sedang mencari lahan yang tepat untuk relokasi.

Masyarakat Parung Dodi Isnadi (37) mengatakan, sudah seharusnya TPA Panemong segera direlokasi. Kondisi yang sudah meghawatirkan, ditambah ketika terjadi kebakaran menimbulkan dampak kepada warga sekitar ataupun pengendara yang melintas di jalan. Jika dibiarkan dampaknya akan terus menerus kepada masyarakat. “Sudah harus dan sangat direlokasi,” ujarnya.

Warga Cimerta Subang, Kartim (40) mengatakan, sampah di TPA Panembong juga sering tumpah ke aliran Sungai Cileleuy. Bukan hal yang aneh pintu air Cileleuy banyak sampah. Hal tersebut, membuat kotor lingkungan, sehingga likungnan bisa tidak sehat karenanya. “Harus cepat dipindahkan, soalnya sampahnya sering turun ke pintu air cileleuy juga,” ungkapnya.

BACA JUGA:  TPA Panembong Sudah Overload

Sementara itu, Kepala BP4D Subang Sumasna mengatakan, Pemkab Subang sudah menyusun dan merencanakan relokasi untuk TPA Panembong. Pasalnya, kondisi TPA Panembong sudah sangat kritis dengan perharinya sampah- sampah dibuang ke sana. Pihaknya sedang mencari lahan yang tepat untuk pembuatan dan perelokasian tempat pembuangan sampah. “Kita sedang berusha juga mencari lahan yang pas dan cocok dari segi akses dan juga luas lahan yang mumpuni untuk TPA baru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Subang Dr. Drs. H. Yayat Sudrajat, M.Si mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengkaji lokasi untuk pembangunan TPA baru. Pembuatan Detail Enggenering Desain (DED) bisa selesai. Sampah yang dibuang ke TPA Panembong perharinya mencapai 500 ton. “Pembuatan TPA baru, pihak Pemkab Subang harus menggelontrkan Rp 22 miliaran. Sekarang sedang pencarian lokasi untuk pembuatan DED,” terangnya.

BACA JUGA:  409 Hektare Sawah Ditargetkan Tanam Akhir September