Warga Tenjo Laut Sayangkan Bupati Tidak Hadir

SOSIALISASI: Pemda Subang menggelar sosialisasi tentang pemindahan TPA ke Jalupang di Aula Desa Jalupang, Senin (27/1). INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

KALIJATI-Warga Kampung Tenjo Laut Desa Jalupang kecewa terhadap Bupati Ruhimat yang tidak hadir dalam sosialisasi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebelumnya bupati diagendakan hadir dalam sosialisasi yang digelar Aula Desa Jalupang.
Sosialisasi tersebut merupakan upaya serius Pemda Subang untuk memindahkan TPA Panembong ke Kampung Tenjo Laut Desa Jalupang. Dalam kegiatan sosialisasi ini dihadiri pejabat Dinas Lingkungan Hidup, Muspika Kecamatan Kalijati, dan beberapa dinas.
Raut wajah masyarakat yang hadir memperlihatkan kekecewaan dengan keberlangsungan sosialisasi tersebut. Itu karena sosialisasi yang semula dijadwalkan bersama bupati malah gagal.

Ketua Karangtaruna, Riki menyayangkan Bupati sebagai pemilik gagasan pemindahan TPA batal datang untuk dialog dengan masyarakat. Kendati sudah disampaikan oleh Camat Kalijati, Ahmad Hidayat dan Plt Dinas Lingkungan Hidup Rona Mariansyah, bupati memiiki kepentingan lain, rupanya Riki tidak tahan untuk tetap mengungkapkan kekecewaannya.
“Bupati sebagai pemilik gagasan batal hadir, karena ada hal yang lebih penting, apakah urusan sampah ini tidak penting begitu?” tanya Riki dengan heran.
Kepentingan lain Bupati yang disampaikan oleh beberapa perwakilan dari Bupati, kata Riki, tidak disebutkan kepentingan apa. Sehingga menambah kecurigaan mereka bahwa Bupati tidak peduli.

Kadus Jalupang, Wanda menyebutkan, rencana pemindahan TPA ke desanya harus dikaji lebih dalam. Sebab, di lokasi tersebut terdapat mata air yang selalu dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Apalagi pada musim kemarau air tersebut sangat dibutuhkan. Belum lagi adanya aset desa, yaitu wisata Curug Luhur.

“Giliran akan ada pemindahan TPA, Kampung Tenjo Laut baru diperhatikan. Sebelumnya Pemda kemana saja? Jalan kami puluhan tahun masih jeblog, rusak parah, tidak pernah diperhatikan,” ungkapnya.
Meski letupan penolakan masyarakat Kalijati terus menerus diungkapkan pada sosialisasi tersebut, namun tetap Plt Dinas Lingkungan Hidup Rona Mariansyah optimis masyarakat akan bisa mengerti dan menerima maksud baik Pemda Subang tentang rencana pemindahan TPA Panembong.

Dia menyebut bahwa reaksi pro kontra dalam sebuah kebijakan di pemerintahan manapun biasa terjadi, baginya itu merupakan proses. Dalam kesempatan itu Rona juga memastikan semua yang dikhawatirkan masyarakat Kalijati akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam memutuskan setiap kebijakan-kebijakan terkait pemindahan TPA tersebut.

“Ya biasa ya, gejolak penolakan itu ada. Namun saya yakin dan optimis jika kita senantiasa dengan intensif melakukan komunikasi bersama masyarakat mereka akan paham dan mengerti. Sebab urusan ini bukan hanya urusan Kalijati semata, namun urusan Kabupaten Subang,” katanya.

Pemindahan TPA Panembong ke Kampung Tenjo Laut, kata dia, bukan semata-mata hanya membuang sampah saja. Melainkan tempat pemrosesan sampah. Menurutnya sampah itu akan dikelola dan diproses dengan teknologi tinggi.

Rona menjelskan, nanti akan dibuatkan cekungan terlebih dahulu. Bawahnya dialasi membran alas, yang disertai pipa-pipa untuk mengalirkan cairan sampah tersebut. Sehingga tidak meresap ke air, melainkan dialirkan ke tempat pembuangan khusus.
“Jadi masyarakat tidak usah khawatir nanti air dari sampah akan mencemarkan aliran sungai, atau sumber air,” tambahnya.

Mengenai akses jalan muatan sampah, Rona mengatakan, tidak akan melalui jalan lingkungan atau pemukiman. Melainkan masuk langsung dari jalur provinsi ke kebun karet melalui jalur Tegal Garu.(idr/ysp)