Waspada Klaster Hajatan di Subang, dalam Empat Hari 218 Terpapar Covid-19

Klaster Hajatan di Subang

SUBANG-Kembali melonjak kasus Covid-19, Pemerintah daerah Kabupaten Subang melaksanakan rapat koordinasi, pada Kamis (10/6). Sebelum berlangsungnya rapat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subnag dr Maxi sempat menjelaskan jika lonjakan positif Covid-19 pada minggu ini di Subang, nyaris 100 persen.

“Sampai hari ini sudah 5.927 orang ya. Ini luar biasanya. Pada minggu kemarin dalam satu minggu itu cuma 128 orang. Tapi pada minggu ini,  baru sampai hari Kamis saja penambahannya udah 218 orang. Jadi, baru 4 hari itu melampaui penambahan satu minggu kemarin,” paparnya.

Dia juga mengakui jika penambahan yang signifikan tersebut adanya klaster hajatan di Desa Kihiyang, Binong. Setelah diketahui ada 32 orang terpapar Covid-19 di sana. Nanum setelah di tracing, jumlahnya bertambah, menjadi 73 Orang. “Ada beberapa kematian juga yakni 6 orang di RSUD, dan 73 Orang isolasi mandiri,” tambahnya.

Itulah yang mendorong Satgas Covid-19 Kabupaten Subang untuk melakukan antisipasi, dan mengadakan koordinasi dengan Pemda Subang. Hasilnya, menurut dr Maxi ada beberapa kebijakan baru yang segera diterbitkan Bupati, untuk mencegah penyebaran yang lebih ekstrim lagi.

“Sudah dirumuskan, mungkin dalam waktu dekat akan kami publikasikan surat edaran baru dari Bupati,” katanya.

Saat disinggung apakah vaksinasi tidak berpengaruh. Terbukti dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Subang, dr Maxi membantahnya. Justru menurutnya, vaksinasi sangat berpengaruh.

“Kalau kita melihat bahwa masih banyak peningkatan. Bukan berarti vaksin ini tidak berperan. Dalam skala besar, kalau kita lihat dari 783.000 sasaran vaksin, di masyarakat Subang baru kira-kira 70.000 yang divaksin. Artinya baru 10 persen, tentunya tidak bisa kita bilang itu tidak efektif,” jelasnya.

Menurutnya, dalam skala kecil, beberapa wilayah yang masyarakatnya sudah divaksin biasa setiapharinya ada penambahan kasus, setelah divaksin, sudah tidak ada lagi.

BACA JUGA: Hari Kedua, Giliran Keluarga Dekat Bupati dan Empat Pejabat yang Diperiksa KPK, Berikut Daftarnya

Sementara itu, lonjakan kasus Covid-19, kembali meningkat termasuk di Kecamatan Pusakajaya. Bahkan, kasus Covid-19 yang sebabkan meninggal dunia jadi perhatian. Dalam sepekan terakhir ada lebih dari 4 kasus warga meninggal akibat Covid-19 di Kecamatan Pusakajaya.

Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi menyebut, tentunya jika berkaca pada situasi terakhir, keganasan Covid-19 usai lebaran terus menunjukkan tren meningkat.

“Saya dapat informasi, keterisian tempat tidur untuk isolasi di RSUD Ciereng saja sudah penuh. Sudah menyentuh angka 80 persen,” ucapnya.

BACA JUGA: Keluarga Debt Collector yang Tewas Dikeroyok Warga di Subang, Minta Polisi Usut Tuntas

Untuk itu, ia meminta pada Desa-desa untuk kembali mengaktifkan rem darurat termasuk memaksimalkan pelaksanaan program PPKM ditingkatkan Desa.

“Hari Kamis (kemarin, red) kami juga berkumpul bersama Puskesmas Karanganyar serta tim satgas Covid-19 serta desa-desa. Hal perlu untuk ditindaklanjuti agar penyebaran ini bisa ditekan dan diputus. Sebab kondisinya seperti peningkatan yang terus melonjak, termasuk di Subang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karanganyar H. Isam Samsudin mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 termasuk di Kecamatan Pusakajaya.

“Kita sedang intenskan lagi koordinasi termasuk dalam upaya penanganan, jika ada yang isolasi mandiri, atau korban meninggal atau yang dirawat di Rumah Sakit,” jelasnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan untuk program vaksinasi pada lansia dan sasaran lain yang telah ditentukan terus berjalan. Diharapkan dari kuota yang diberikan, dapat diserap pada calon vaksinator.

“Dalam waktu dekat Insyaallah akan juga dilaksanakan kegiatan vaksin tersebut,” imbuhnya.(idr/ygi/vry)