Wisata Ditutup, Hotel Tetap Buka

DITUTUP SEMENTARA: Suasana masuk parkir sebelum taman pemandian air panas Sari Ater sebelum ditutup sementara, pengunjung masih ramai mengunjungi. INDRAWAN SETIADI /PASUNDAN EKSPRES

ODP Diminta Jangan Keluar Rumah

SUBANG-Dalam rangka mendukung program pemerintah, untuk memutus mata rantai penularan virus corona, PT Sari Ater menghentikan sementara operasinal Taman Rekreasi Pemandian Air Panas Alam Sari Ater. Hal itu diungkapkan Corporate Communikation Manager PT. Sari Ater Hotel & Resort, Yuki Azuania.

Menurut Yuki, penutupan sementara berlaku dari 19-29 Maret 2020 ini. “Betul di tutup sementara, kami mendukung imbauan pemerintah, baik pemerintah Provinsi Jabar ataupun Pemda Subang, karena semua tempat wisata juga dihentikan operasionalnya untuk sementara,” ujar Yuki saat dihubungi via telpon.

Pada kesempatan tersebut, dia juga berharap persoalan penyebaran virus korona yang sedang melanda dunia ini bisa segera teratasi, hingga semua aktivitas bisa berjalan seperti semula.

Tidak hanya Sari Ater, sejumlah objek wisata andalan lain di Kabupaten Subang seperti Capolaga, Ciheuleut, Waterboom Kumpay, dan puluhan objek wisata lainnya tutup sementara.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Subang, Asep Setia Permana mengatakan ditutupnya 66 objek wisata di Subang berdasarkan surat edaran Bupati Subang, Pemprov Jabar, hingga keputusan Presiden Joko Widodo yang meminta agar tempat-tempat hiburan dan destinasi wisata di Indonesia termasuk Jawa Barat ditutup sementara waktu.

”Alhamdulillah para pemilik objek wisata di Subang, banyak yang menerima legowo surat edaran Bupati untuk keselamatan dan keamanan, untuk menutup sementara operasionalnya dari mulai hari ini sampai tanggal 29 Maret 2020 mendatang.

Setelah itu kita lihat situasi dan kondisi. Karena sebelum resmi ditutup, memang mereka menyampaikan jumlah kunjungan menurun drastis dampak korona ini. Saya berharap, kondisi dampak korona di Indonesia membaik khususnya di Subang,” ungkap Asep Setia Permana.

Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Subang Hj. Ratna Setiawan, mengakui dampak dari wabah virus korona tersebut jumlah kunjungan ke hotel dan restoran di Subang menurun drastis.

Hotel beroperasi seperti biasa

Terkait adanya penutupan objek wisata kata dia, itu hanya berlaku bagi yang memiliki destinasi wisata, tidaklah bagi hotel.

“Jadi hotel-hotel tetap beroperasi seperti biasa. Namun tetap menjalankan SOP keselamatan dalam pencegahan virus Corona,” ujar Hj.Ratna.

Selain itu, dengan kondisi yang belum menentu ini pihaknya mengaku akan segera melayankan surat resmi ke Bupati Subang untuk point permohonan pengurangan pajak hotel dampak sepinya pengunjung dari virus Corona.

“Yang biasa pajak hotel itu 10 persen, kita memohon kepada pemerintah minimal bisa dikurangi setengahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala P2P Dinkes Subang Dr. Maxi mengatakan, untuk di Kabupaten Subang memang jika melihat grafik dan pemetaan dari Provinsi Jawa Barat ada orang dalam pemantauan (ODP). “Kami langsung melakukan penelusuran dan meminta agar ODP tersebut tidak banyak keluar rumah,” katanya.

Dr Maxi menganjurkan, agar warga Subang menghindari tempat yang berkumpul banyak orang. Kemudian selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dikarenakan ketika banyak orang berkumpul tidak bisa diketahui apakah orang yang berkumpul tersebut terkena virus korona atau tidak. “Kami minta hindari titik berkumpul,” tandasnya.(idr/ygo/vry)